Tak jauh dari panggung, orang-orang menyemut. Mengerubungi ruang ganti pemain ludruk. Tempat itu hanya dikelilingi kain yang diikatkan ke empat tiang balai dusun. Meski panggung ludruk belum dimulai, tetapi orang-orang sudah menonton para pemain memakai pemulas wajah, kostum, hingga memasang sanggul.
Pemandangan itu seolah menjadi sebuah pertunjukan tersendiri. Orang-orang mengamati. Penasaran apa yang dilakukan pemain ludruk dari kalangan transvesti. Atau, diam-diam mengagumi kecantikan travesti Ludruk. Terlihat dari ada sejumlah orang yang mengintip dari balik kain penutup.
Sekelumit pemandangan itu terjadi di Dusun Ngarus, Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (17/6/2023). Saat kelompok ludruk Karya Budaya pentas seni pertunjukan khas Jawa Timur tersebut. Acara itu digelar berkenaan kegiatan sedekah bumi dusun setempat. Warga sekitar kerap mengundang kelompok ludruk selepas panen pertanian dengan cara urunan.
Jepri, warga setempat menuturkan, masyarakat Dawarblandong masih erat dengan nilai tradisi. Selepas panen raya tiba, masyarakat menggelar sedekah bumi sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas panen dan limpahan rezeki. "Biasanya setelah melakukan kenduri, mereka lalu berpesta untuk mempererat persaudaraan antarwarga desa. Budaya ini terjadi sudah sejak lama," tutur Jepri. (fan/fen)
-
TRANSPUAN: Sejumlah transpuan yang menjadi penampil dalam pembukaan pentas ludruk.