Bulog Jamin Penyerapan Sesuai HPP Rp 5.500 Per Kg
KABUPATEN – Selain beras dan gabah, Perum Bulog Kantor Cabang Mojokerto juga akan menyerap komoditas jagung yang memasuki musim panen raya di Mojokerto. Penyerapan akan mengikuti harga yang sudah ditetapkan pemerintah, yakni sebesar Rp 5.500 per kilogram (kg). Kebijakan tersebut untuk mengatasi anjloknya harga jual jagung di tingkat petani yang kini hanya Rp 3.500 per kg.
Pemimpin Cabang Perum Bulog Kantor Cabang Mojokerto Muhammad Husin mengatakan, harga pembelian pemerintah (HPP) tersebut sesuai dengan keputusan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nomor 18 Tahun 2025.
Di mana, pemerintah diwajibkan membeli komoditas petani berupa jagung pipil. Tidak hanya berupa pipilan, jagung yang diserap juga harus memenuhi standar kering, bersih, dan sudah dikemas. ’’Jagung yang kami serap jenis pipilan kering sudah dibersihkan, sudah dikemas, dan siap diangkut untuk disimpan di gudang. Kami hadir diwajibkan hadir di petani dengan membeli sesuai HPP sebesar Rp 5.500 per kg,’’ terangnya, kemarin.
Husin mengaku belum mengetahui penyebab anjloknya harga jagung di Mojokerto. Pihaknya masih harus berkoordinasi dengan dinas pertanian (disperta) dan kepolisian untuk mengecek kondisi panen raya kali ini. Meski demikian, pihaknya tetap menjamin penyerapan hasil panen jagung nantinya sesuai HPP.
Bahkan, Husin akan langsung membeli jagung di tingkat petani yang terancam merugi karena harga jual di bawah HPP. ’’Bulog hadir langsung ke petani. Ketika ada temuan harga di bawah HPP, akan langsung kami serap,’’ tandasnya.
Sebelumnya, petani jagung di Kecamatan Ngoro sempat mengeluhkan anjloknya harga jual jagung. Sugiono, petani jagung di Desa Kutogirang, Kecamatan Ngoro mengaku hasil panen jagungnya sempat ditawar tengkulak sebesar Rp 3.500 per kg. Nilai tersebut jauh di bawah HPP dan harga panen sebelumnya yang sempat mencapai Rp 6.500 per kg.
Anjloknya harga tersebut membuat petani terancam merugi hingga puluhan juta. Mengingat, harga yang ditawarkan belum mampu menutupi operasional selama musim tanam jagung tahun ini. ’’Selisihnya Rp 2 ribu dengan HPP, kalau dikalikan 5 ton, sudah berapa kerugiannya. Kalau bisa ya dibeli di atas harga Bulog,’’ tandasnya. (far/ris)
Editor : Hendra Junaedi