JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bogor sejak Rabu (11/2/2026) sore menyebabkan banjir di sejumlah titik pemukiman warga.
Ratusan rumah dilaporkan terdampak akibat luapan anak sungai yang tidak mampu menampung debit air.
Berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, banjir terjadi setelah hujan deras turun selama beberapa jam tanpa jeda.
Air meluap ke jalan dan masuk ke rumah-rumah warga, terutama di wilayah Desa Cijayanti dan Desa Bojong Koneng di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Sebanyak 73 rumah dilaporkan mengalami kerusakan. Dampak yang ditimbulkan bervariasi, mulai dari tembok jebol, genangan lumpur hingga kerusakan bangunan.
“Kejadian ini disebabkan curah hujan yang tinggi yang berlangsung cukup lama sehingga mengakibatkan anak kali di perumahan meluap dengan membawa material lumpur dan batu” ujar Kasi Logistik BPBD Kabupaten Bogor Andi Sumardi, Rabu (11/2/2026).
Ketinggian air dilaporkan bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga lebih dari satu meter di beberapa titik terendah. Selain merendam rumah, arus yang cukup deras juga menyeret material lumpur dan bebatuan ke jalan.
Baca Juga: Komplotan Maling Asal Surabaya Gagal Curi Motor Pemilik Warteg di Mojokerto
Dari video yang beredar di media sosial, sebuah mobil milik warga sempat terseret arus saat terparkir di tepi jalan, namun berhasil dievakuasi petugas setelah kondisi air berangsur surut.
“Satu unit kendaraan roda empat terbawa banjir, namun sudah dievakuasi,” imbuhnya.
“Itu lokasinya yang di perumahan, ada kali kecil di tengah tengah perumahan itu, melewati perumahan yang sedang ada proyek pembangunan, terus ada mobil yang sedang parkir di lokasi, sehingga terbawa arus. Itu lokasinya di Desa Cijayanti,” kata Andi.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, kerugian material masih dalam proses pendataan.
Baca Juga: Riwayat Tahun Baru Imlek di Kota Mojokerto, Diramaikan dengan Petasan
Sejak Rabu malam, tim BPBD bersama aparat desa, relawan, dan warga bergotong royong membersihkan sisa lumpur yang mengendap di rumah dan fasilitas umum. Akses jalan yang sempat tertutup material banjir kini berangsur normal dan dapat dilalui kendaraan.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi dalam beberapa h ari ke depan.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan menghadapi musim hujan, terutama di wilayah rawan banjir dan daerah dengan aliran sungai yang berdekatan dengan permukiman. SEPTIANA
Editor : Imron Arlado