JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Musisi punk Indonesia, Romi Jahat, yang dikenal sebagai eks vokalis band Marjinal, dikabarkan meninggal dunia pada Selasa (10/2).
Kabar duka tersebut disampaikan melalui unggahan media sosial resmi band Romi & The Jahats, yang menyampaikan pesan belasungkawa dan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Dalam pernyataan singkat yang dibagikan kepada publik, pihak keluarga dan rekan band meminta doa agar Romi Jahat mendapat tempat terbaik serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
“Rest in Power Babeh @romi.jahats (Adie Indra Dwiyanto). Romi Jahat Babeh kami, sahabat kami, saudara kami telah berpulang. Terima kasih atas semua cinta dan dukungan yang kalian berikan selama ini. Al-fatihah,” tulis pihak band, Selasa (10/2/2026).
Saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab meninggalnya Romi Jahat. Media memilih untuk tidak berspekulasi dan menghormati privasi keluarga.
Romi Jahat, yang memiliki nama asli Adie Indra Dwiyanto, dikenal luas sebagai salah satu figur terkenal dalam skena musik punk dan underground Indonesia.
Namanya mulai dikenal publik ketika bergabung sebagai vokalis band Marjinal sekitar tahun 1997. Bersama Marjinal, Romi menjadi bagian dari gerakan musik jalanan yang menyuarakan kritik sosial, ketidakadilan, dan perlawanan terhadap penindasan.
Kemudian, Romi memutuskan meninggalkan Marjinal pada awal tahun 2000-an. Sejak saat itu, ia terus berkarya di musik independen melalui proyek folk-punk solo yang menggunakan nama Romi Jahat, serta mendirikan dan menjadi pemimpin penggerak band Romi & The Jahats.
Melalui band tersebut, ia tetap konsisten menyuarakan keresahan sosial lewat lirik-lirik yang penuh semangat perlawanan.
Karakter vokalnya yang khas serta kehadirannya di atas panggung membuat Romi dikenal sebagai sosok yang kuat dan berpengaruh di kalangan penggemar punk.
Romi juga dikenang lewat karya-karya dengan lirik tegas, nafas perlawanan yang kuat, serta hubungannya yang erat dengan penggemar dari kalangan akar rumput.
Beberapa waktu sebelum meninggal dunia, Romi dikabarkan sempat membatalkan sejumlah agenda pertunjukan karena kondisi kesehatan yang menurun. Namun demikian, informasi terkait detail kesehatannya tidak pernah disampaikan secara terbuka ke publik.
Kepergian Romi Jahat meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta komunitas musik punk Indonesia.
Romi Jahat telah berpulang, namun karya dan semangat perlawanan yang ia tinggalkan diyakini akan terus hidup dan menginspirasi generasi berikutnya. SEPTIANA
Editor : Imron Arlado