Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Perihnya Kepergian Gajah Tari, Sang Anak Sumatera yang Terbaring Tanpa Hayat

Imron Arlado • Senin, 15 September 2025 | 13:15 WIB
Faktor penyebab kematian Tari masih belum terungkap hingga saat ini. (foto: @btn_tessonilo, @harleysastha)
Faktor penyebab kematian Tari masih belum terungkap hingga saat ini. (foto: @btn_tessonilo, @harleysastha)

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Gajah Sumatera yang dikenal dengan nama Kalistha Lestari, atau yang lebih sering disebut Tari, meninggal pada hari Rabu, 10 September 2025 pukul 08.00 WIB di Taman Nasional Tesso Nilo, Riau.

Kehilangan Tari yang masih berumur 2 tahun ini meninggalkan kesedihan mendalam di hati para pecinta satwa dan masyarakat umum, berkat ketenarannya sebagai gajah yang ramah dan aktif di media sosial.

Faktor penyebab kematian Tari masih belum terungkap hinngga saat ini, mahout (pawang gajah) yang bertugas mendapati Tari tergeletak tidak bergerak dan langsung menginformasi bahwa ia telah meninggal.

 

 

Pemeriksaann awal dokter hewan menunjukkan tidak terdapat adanya luka fisik,  kekerasan, atau tanda trauma di tubuh Tari. Namun, pada saat ditemukan, perut Tari terlihat sedikit membuncit.

Balai Taman Nasional Tesso Nilo segera melakukan nekropsi untuk mengidentifikasi penyebab kematian yang sebenarnya, sampel dari organ dalam Tari diambil dan dikirim ke laboratorium di Bogor untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pengamatan awal juga tidak mengindikasikan adanya keracunan dalam feses atau saluran pencernaan Tari, sehingga dugaan awal masih belum bisa dipastikan.

Selain dari Balai Taman Nasional Tesso Nilo, Kepolisian Daerah Riau melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus juga terlibat dalam penyelidikan yang lebih mendalam.

 

 

Mereka berkolaborasi dengan pihak Taman Nasional Tesso Nilo untuk mengeksplorasi kemungkinan adanya tindak kejahatan seperti peracunan, meskipun hal ini masih berada dalam tahap penyelidikan yang mendalam dan hasilnya bekkum resmi diumumkan.

Pihak kepolisian berkomitmen untuk mengungkap kebenaran di balik kematian tragis gajah muda tersebut, Gajah Tari bukanlah satu-satunya gajah yang mengalami nasib buruk di Taman Nasional Tesso Nilo.

Selama dekade terakhir, tercatat sebanyak 23 kematian gajah Sumatera di kawasan tersebut, dengan penyebab kematian yang bervariasi mulai dari keracunan, penyakit, perburuan ilegal, hingga penyempitan habitat.

 

 

Kejadian ini semakin menegaskan sebuah pentingnya perlindungan serta konservasi terhadap spesies yang terancam punah ini, kematian Tari membawa dampak emosional yang kuat bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang mengikuti kehidupannya melalui akun media sosial resmi TNTN di Instagram @btn_tessonilo.

Video dan foto Tari yang tampak ceria saat bermain serta berinteraksi dengan mahoutnya, menyentuh hati ribuan netizen yang mengungkapkan rasa duka mendalam atas berita kematian ini.

Sekarang, mesyarakat diingatkan kembali bahwa kematian Tari lebih dari sekadar kehilangan satu individu gajah, melainkan juga panggilan untuk terus berupaya menjagan keberlangsungan dan keselamatan spesies langka ini agar tragedi serupa tidakk terulang kembali. Dzafir Kirana Adelia/Wulan

Editor : Imron Arlado
#di Taman Nasional Tesso Nilo #riau #kematian gajah Tari #misterius #Secara