Jawa Pos Radar Mojokerto – Industri film di Indonesia telah memberikan beraneka ragam genre yang unik dan menarik, tetapi beberapa film tersebut justru mendapat respon buruk. Film-film yang diharapkan dapat menghibur dan menjadi penghilang lelah ini justru tidak sesuai dengan ekspektasi para penggemar.
Banyak hal diluar ekspektasi para penggemar, mulai dari para pemain, jalan cerita yang kurang menarik hingga kontroversi saat film tersebut hendak tayang. Kali ini kita akan membahas 5 film Indonesia yang mendapatkan rating buruk di IMDb.
3 Film Indonesia Rating Terburuk di IMDb
- A Business Proposal (1.0/10)
Film A Business Proposal merupakan film yang me remake drama Korea dengan judul serupa. Film ini telah tayang di bioskop pada bulan Februari 2025. Sayangnya, film yang disutradarai oleh Rako Prijanto ini mendapat respons negatif lantaran pernyataan dari salah satu pemainnya.
Dalam suatu wawancara, Abidzar Al Ghifari yang berperan menjadi Utama mengungkapkan bahwa ia tidak menonton drama versi Korea dan membaca versi webtoon. Pernyataan yang dilontarkan oleh Abidzar tersebut membuat banyak pihak kecewa karena dianggap tidak profesional saat mengambil suatu peran.
Film A Business Proposal sendiri merupakan film yang menceritakan tentang Sari yang terjebak saat kencan buta saat menggantikan Yasmin. Laki-laki yang ia temui saat kencan tersebut merupakan calon pewaris dari perusahaannya yaitu, Utama.
Baca Juga: 24 Kursi Jabatan di OPD Alami Kekosongan
Film ini mendapatkan rating buruk di IMDb dengan rating 1.0/10 dengan total voting lebih dari 22 ribu. Film ini menjadi film Indonesia dengan rating terburuk di IMDb.
- Rafathar (1.4/10)
Film Rafathar merupakan film yang telah tayang pada tahun 2017. Film ini disutradarai oleh Bounty Umbara serta diproduseri oleh Raffi Ahmad dan Anggy Umbara. Namun, film hasil karya Raffi Ahmad ini justru menuai kontroversi.
Bagaimana tidak, saat film ini tayang, pemain utamanya yang merupakan anak Raffi Ahmad yaitu Rafathar masih berusia 2 tahun hendak jalan 3 tahun. Para penggemar dan netizen pun langsung mencibir film tersebut lantaran dianggap eksploitasi anak. Selain itu, netizen menyayangkan film tersebut karena CGI dalam film tersebut sangat niat.
Film Rafathar merupakan film yang menceritakan tentang dua perampok bernama Jonny Gold dan Popo Palupi. Mereka berdua mendapatkan tugas untuk menculik seorang bayi bernama Rafathar. Tanpa mereka ketahui, bayi tersebut ternyata memiliki kekuatan super. Kejadian-kejadian lucu dan aneh pun terjadi saat mereka berdua hendak mencuri Rafathar.
Film ini telah mengeluarkan biaya yang banyak, tapi tak mencapai kesuksesan yang diinginkan hingga mendapatkan kerugian sebesar 5 miliar. Film ini mendapatkan rating 1.5 di IMDb dengan total voting lebih dari seribu.
- Bukan Cinderella (1.5/10)
Film Bukan Cinderella merupakan film yang tayang pada tahun 2022. Film ini disutradarai oleh Adi Garing dan naskahnya ditulis oleh Dhety Azmi. Film yang menjadi debut layar lebar Fuji ini bukannya mendapatkan respons positif, tetapi negatif.
Baca Juga: Fakta- Fakta Menarik Tentang Duval. Pemimpin Rosy Life Riders
Pada saat tahun 2022, nama Fuji sedang naik daun lantaran ia merupakan saudara dari mendiang almarhum Vanessa Angel. Pada saat itu, Fuji ditawari untuk bermain film dan menjadi pemeran utama. Tetapi, akting Fuji dalam film tersebut dinilai ‘kurang’ oleh netizen karena terlalu memaksakan. Saat film tersebut tayang Fuji dapat banyak hujatan dari banyak netizen karena dialog terkenalnya yaitu “Oh jadi elo!”.
Film yang diadaptasi dari novel Wattpad ini menceritakan anak SMA bernama Amora yang dikenal sebagai anak tak pernah takut dan gigih. Ia sangat ingin membeli Sepatu dan dengan kerja kerasnya ia berhasil membeli sepatu impiannya. Tetapi, suatu hari sepatu Amora tertukar dengan milik orang lain. Amora pun ingin mencari sepatunya dan hal tak terduga terjadi kepadanya.
Film yang menjadi debut Fuji ini mendapatkan rating 1.5/10 di IMDb dengan total voting sebanyak 359.
Itulah 3 film Indonesia dengan rating terburuk di IMDb, sudah pernah menonton?. RENO
Editor : Imron Arlado