JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Trawas memiliki banyak sudut menarik untuk menikmati suasana pegunungan. Salah satunya berada di Jalan Titik Nol Trawas, jalur yang menghubungkan Desa Duyung dan Desa Kemlagi, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.
Awalnya, jalan cor tersebut dibangun untuk mempermudah akses masyarakat yang melintas antardesa. Namun, panorama hamparan sawah dengan latar Gunung Penanggungan dan Gunung Welirang membuat kawasan ini semakin dikenal dan ramai dikunjungi wisatawan.
Seiring meningkatnya jumlah pengunjung, warga mulai memanfaatkan peluang dengan membuka warung, kedai, hingga kafe di sepanjang jalan. Kini, kawasan tersebut menjadi salah satu tujuan favorit untuk bersantai sambil menikmati pemandangan alam khas Trawas.
Pengunjung dapat memilih berbagai tempat untuk menikmati makanan maupun minuman dengan suasana pedesaan yang sejuk. Beberapa di antaranya yaitu:
- Elok Kafe
- Nets Kafe
- Warung Dewa View
- Warung Ojok Dipikir
- Warung Teras Senja
- Warung Tengah Sawah
- Titik Nol Trawas
- Warung Dharana
- Warung Barokah
Hampir seluruh warung dan kafe di kawasan ini menawarkan konsep ruang terbuka yang menghadap persawahan. Saat cuaca cerah, pengunjung dapat menikmati panorama Gunung Penanggungan dan Gunung Welirang dengan pemandangan yang terbuka.
Selain menjadi tempat bersantai, kawasan ini juga cocok dijadikan lokasi sarapan maupun menikmati kopi di pagi hari. Udara yang masih segar berpadu dengan suasana pedesaan membuat banyak pengunjung betah berlama-lama.
Baca Juga: SMPN 1 Trowulan Tanamkan Tujuh KAIH dan Budaya Sekolah Aman
Bagi yang ingin merasakan suasana lebih tenang, sebaiknya datang pada hari kerja. Pasalnya, kawasan ini biasanya lebih ramai saat akhir pekan maupun musim liburan sehingga area parkir dan tempat duduk lebih cepat terisi.
Sebagian besar warung dan kafe di sepanjang Jalan Titik Nol Trawas juga tidak buka hingga larut malam. Umumnya, tempat-tempat tersebut mulai tutup sekitar pukul 18.00 hingga 19.00 WIB, sehingga pengunjung disarankan datang lebih awal untuk menikmati panorama secara maksimal.
Editor : Imron Arlado