Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Outing Class dan Long Weekend dan Jadi Peluang Emas

Khudori Aliandu • Sabtu, 30 Mei 2026 | 07:29 WIB
JADI PILIHAN: Wisatawan tengah menikmati kolam dan berendam air panas di kawsan Wanawisata Air Panas Padusan, Kecamatan Pacet. (Dori JPRM)
JADI PILIHAN: Wisatawan tengah menikmati kolam dan berendam air panas di kawsan Wanawisata Air Panas Padusan, Kecamatan Pacet. (Dori JPRM)

WAHANA TAMBAHAN: Para siswa dikenalkan permainan tradisional, seperti egrang dan bekiak raksasa pada pelaksanaan outing class di Kabupaten Mojokerto.

SEMENTARA itu, momentum libur panjang (long weekend) Hari Raya Idul Adha, Hari Raya Waisak, dan Hari Lahir Pancasila, diyakini berpengaruh terhadap tren kunjungan ke berbagai destinasi wisata. Bahkan, disbudporapar optimistis kunjungan wisatawan meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa. Sehingga hal ini menjadi momentum emas bagi pemerintah daerah (pemda) untuk mendulang PAD dari sektor pariwisata secara maksimal. 

Kepala Disbudporapar Kabupaten Mojokero Ardi Sepdianto mengatakan, libur panjang menjadi angin segar bagi pelaku pariwisata. Termasuk destinasi wisata plat merah yang dikelola disbudporapar. ’’Jika dibandingkan hari biasa, libur keagaman seperti Hari Raya Idul Adha ini tren kunjungannya alhamdulillah bisa meningkat dua kali lipat,’’ ungkapnya. 

Selain itu, gelombang pelaksanaan outing class atau kegiatan belajar di luar kelas oleh berbagai lembaga pendidikan juga sedang marak. Fenomena ini, lanjut Ardi, juga menjadi angin segar yang langsung dirasakan oleh para pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di sekitar kawasan wisata. 

Mulai dari pelaku UMKM kuliner, penyedia jasa transportasi, hingga pedagang suvenir khas daerah. ’’Melalui momentum libur panjang dan aktivitas outing class ini, sektor pariwisata diharapkan tidak hanya menjadi penyumbang kas daerah yang produktif. Tetapi, juga menjadi motor penggerak kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal secara berkelanjutan,’’ jelasnya. 

Pelaksanaan outing class di Kabupaten Mojokerto belakangan juga kian berwarna. Selain disuguhkan wisata alam, budaya, religi, hingga sejarah, para siswa juga dikenalkan permainan tradisional, seperti egrang, bekiak raksasa, hingga Tari Bedoyo Putri Mojosakti. ’’Tidak sekadar menikmati objek wisata sejarah, para siswa juga diajarkan berbagai budaya dan kearifan lokal. Jadi, kita konsep belajar sambil bermain,’’ bebernya. 

WAHANA TAMBAHAN: Para siswa dikenalkan permainan tradisional, seperti egrang dan bekiak raksasa pada pelaksanaan outing class di Kabupaten Mojokerto.
WAHANA TAMBAHAN: Para siswa dikenalkan permainan tradisional, seperti egrang dan bekiak raksasa pada pelaksanaan outing class di Kabupaten Mojokerto.

Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat ini harus diimbangi dengan kesiapan total di lapangan. Evaluasi internal terus dilakukan agar seluruh tempat wisata yang dikelola daerah dapat bersaing ketat dengan destinasi wisata swasta yang semakin menjamur.

’’Saya terus mendorong teman-teman, utamanya yang bertugas di lapangan, agar tempat wisata kita benar-benar menjaga amenitasnya dengan baik. Kebersihan lingkungan, kebersihan fasilitas umum seperti kamar mandi atau toilet, hingga kenyamanan wahana permainan harus dijaga dan terus diperbaiki,’’ urainya. 

Langkah konkret ini diambil bukan tanpa alasan. Penguatan fasilitas di lapangan diharapkan mampu menjaga kenyamanan pengunjung. Sehingga target pendapatan pariwisata di tahun berjalan dapat tercapai.

’’Makanya fokus utama kita saat ini untuk memastikan kualitas pelayanan dan amenitas berjalan dengan optimal. Dari situ kita berharap kunjungan wisatawan bisa terus bergerak naik,’’ pungkasnya. (ori/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#Outing Class #disbudporapar kabupaten mojokerto #long weekend #pad kabupaten mojokerto