MOJOSARI - Ramadan menjadi bulan berkah bagi pelaku UMKM di Kabupaten Mojokerto. Di antaranya dirasakan di sentra perajin rengginang di Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mojosari yang mengalami peningkatan pesanan. Tak hanya di pasar lokal, permintaan ekspor juga meningkat di bulan suci.
Muhammad Bagus, 32, salah satu pelaku usaha rengginang mengungkapkan, lonjakan permintaan mulai dialami sejak awal Ramadan. Hingga saat ini, pesanan juga masih terus mengalir. ’’Sejak bulan Ramadan sampai menuju Hari Raya Lebaran, Alhamdulillah permintaannya meningkat,’’ ungkapnya.
Di pasar regional, produk berbahan baku beras ketan ini telah diorder dari berbagai daerah di Jawa Timur (Jatim). Selain Mojokerto, permintaan juga datang dari Surabaya, Malang, Madiun, Magetan, Tulungagung, Trenggalek. ’’Alhamdulillah, bulan ini kapasitas produksi mencapai 100 kilogram (kg) bahan baku per hari,’’ tuturnya.
Tak hanya itu, usaha yang telah digeluti tiga generasi ini juga mampu menembus pasar ekspor. Momentum Ramadan, permintaan pasar global juga turut bergairah. ’’Permintaan dari dua negara, pertama Hongkong dan baru-baru ini Malaysia juga,’’ tandas Bagus.
Bahkan, pemesanan jajanan rengginang dari Hongkong mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Pada bulan biasanya, tutur Bagus, permintaan dari Negeri Mutiara Timur rata-rata 1.500 pack kemasan 250 gram per bulan. ’’Di bulan Ramadan ini, permintaan dari Hongkong naik dua kali lipatnya,’’ ulasnya.
Sementara untuk orderan dari Malaysia, pemesanan masih berkisar 100 pack dalam sebulan. ’’Mungkin ada warga negara Indonesia di Hongkong dan Malaysia yang kangen jajanan khas Jawa Timur saat Ramadan dan Lebaran,’’ tuturnya.
Untuk memenuhi lonjakan permintaan pasar tersebut, Bagus dibantu dengan kurang lebih enam pekerja dari warga sekitar. Dari 100 kg bahan beras ketan, tiap hari tempat usahanya mengolah menjadi dua varian rengginang dengan rasa udang dan manis dengan beragam ukuran kemasan. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah