OK-RIS
Foto/ada
Disbudporapar Prediksi Peningkatan Mulai Hari Ini
KABUPATEN - Kenaikan jumlah kunjungan wisatawan pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) diprediksi terjadi mulai hari ini (27/12). Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Mojokerto, memetakan setidaknya terdapat 13 dari 45 destinasi menjadi objek wisata favorit pengunjung. Baik yang dikelola pemerintah daerah (pemda) maupun di bawah naungan pihak swasta.
Kepala Disbudporapar Kabupaten Mojokerto Ardi Sepdianto mengatakan, kunjungan wisatawan di hari pertama libur Nataru, Kamis (25/12), sejauh ini belum menunjukkan adanya peningkatan berarti. Sejumlah objek wisata kondisinya terpantau masih sepi.
’’Hari ini (kemarin, Red) juga belum ada lonjakan wisatawan. Kita prediksi peningkatan pengunjung mungkin baru terjadi besok (hari ini, Red), dilanjut Minggu (28/12),’’ ungkap Ardi.
Namun, disbudporapar optimistis seiring memasuki libur Nataru dipastikan membuat tingkat kunjungan wisatawan di bumi Majapahit melonjak. Utamanya pada objek- objek wisata alam di lereng Gunung Welirang. Baik di kawasan Pacet maupun Trawas.
Dengan harapan, lanjut dia, liburan di pengujung tahun ini dapat mendulang pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata. ’’Sesuai data disbudporapar, dari 45 objek wisata, ada 13 destinasi yang kita petakan menjadi favorit wisatawan setiap libur panjang. Baik yang kita kelola maupun yang dikelola swasta,’’ terangnya.
Di antaranya, Wanawisata Air Panas Padusan, Pacet, dengan kapasitas pengunjung mencapai 10 ribu orang. Wisata yang dikelola pemda bersama Perhutani ini diprediksi akan melonjak. Selain itu, kelebihan lainnya juga terdapat destinasi pilihan yang bisa dinikmati wisatawan. ’’Di sisi lain telah diberlakukan tiket online, sehingga ini membutuhkan waktu beberapa menit dalam bertransaksi,’’ paparnya.
Akses jalan yang lebar dan mulus menuju kawasan wisata juga mempengaruhi peningkatan kunjungan. Begitu juga jalur menuju Sumber Gempong, Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, juga perlu diwaspadai.
Pintu masuk yang berada di tikungan dan tanjakan menjadikan objek wisata desa ini berpotensi menimbulkan kemacetan. ’’Sempitnya jalan masuk ke area wisata juga menghambat lalu lintas,’’ tutur Ardi.
Kemudian ada Bukit Kayoe Putih di Desa Kupang, Kecamatan Jetis. Destinasi ini juga menjadi salah satu jujukan favorit wisatawan dari berbagai daerah. ’’Yang perlu diantisipasi kurang luasnya jalan. Ada sebagian sisi jalan yang dipergunakan pedagang untuk berjualan, itu dapat mengakibatkan penumpukan kendaran dan kemacetan,’’ jelasnya.
Membeludaknya pengunjung juga berakibat pada kapasitas parkir yang meluber. Tak jarang wisatawan memilih parkir di tepi jalan dan berakibat terganggunya kelancaran arus lalu lintas.
Selanjutnya untuk objek wisata lain yang masuk dalam pemetaan jujukan favorit wisatawan adalah Bernah De Vallei, wisata desa, Wisata Air Bale Kambang, Padi Park, Taman Ghanjaran, Parimas dan Intan Abatani, serta Air Terjun Dlundung.
’’Termasuk Aone, Trawas, juga kita petakan perlu diwaspadai. Kurang luasnya jalan dapat mengakibatkan penumpukan kendaran dan kemacetan,’’ papar Ardi. (ori/ris)
Editor : Fendy Hermansyah