JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Di kawasan Bonito, negara bagian Mato Grosso do Sul, Brazil, terdapat salah satu sungai paling terkenal yang bernama Rio Sucuri atau biasanya juga disebut sebagai River Sucuri.
Sungai sucuri ini memiliki reputasi yang sangat bagus karena keindahan alam dan kejernihan airnya yang tampak sebening kaca.
Sehingga, kegiatan seperti floating ataupun snorkeling dapat memberi pengalaman melihat dasar sungai dan ikan-ikan berbagai jenis dengan sangat jelas.
Popularitasnya tak hanya karena pemandangan yang indah, tetapi juga karena pengelolaan wisata yang fokus pada upaya pelestarian sehingga pengalaman wisata di sana terasa sangat spesial.
Rio Sucuri sendiri berada di daerah Bonito, yang mana daerah tersebut adalah pusat ekowisata Brazil atau kawasan alam yang dikelola untuk pariwisata berkelanjutan.
Cukup banyak operator tur yang mengantar pengunjung ke Rio Sucuri melalui rute lahan milik pribadi yang disebut fazenda.
Salah satu contoh rutenya adalah fazenda sao geraldo, yakni peternakan besar yang membuka akses rute wisata resmi untuk menuju ke bagian sungai ini.
Hal tersebut menunjukkan bahwa akses masuk ke Rio Sucuri telah diatur melalui paket tur dan pintu masuk resmi.
Kejernihan air sungai sucuri yang memperlihatkan warna tosca atau bening mempesona ini berasal dari sumber mata air, komunitas tumbuhan, dan dasar sungai yang relatif tak terganggu.
Aktivitas paling khas yang ada di Rio Sucuri adalah floating, sebuah kegiatan duduk atau mengapung mengikuti arus sungai dan melihat langsung kehidupan di bawah air serta pengunjung harus menggunakan jaket pelampung atau wetsuit.
Beberapa paket tur juga menggabungkan boat ride, jalan kaki ringan melalui jalur hutan di pinggir sungai, dan sesi briefing oleh pemandu.
Selain floating, kegiatan snorkeling juga biasanya dilakukan di sungai ini. Pengalaman snorkeling di Rio Sucuri pun dinilai cukup berbeda dengan snorkeling pantai karena suhunya lebih segar, kejernihan luar biasa, dan suasana hutan sekitarnya yang tenang.
Di Rio Sucuri atau River Sucuri pengelolaan wisata dibuat cukup ketat demi menjaga ekosistem yang sensitif.
Beberapa aturan yang ditetapkan di wisata sungai ini adalah:
- Larangan menggunakan tabir surya dan obat nyamuk saat mengikuti floating atau snorkeling
Alasan praktis adanya larangan ini karena residu beberapa jenis tabir surya atau sunscreen berpotensi merusak tanaman air dan organisme kecil yang juga mengancam kejernihan dan keseimbangan ekosistem bisa terganggu.
- Pembatasan jumlah peserta floating di tiap sesi
Peraturan ini diberlakukan untuk mengurangi dampak pada lingkungan dan menjaga kualitas pengalaman peserta. Tiap sesi floating biasanya menampung kelompok kecil yang umumnya berisi 8-9 orang per sesi.
- Waktu kunjungan telah diatur dengan reservasi
Calon pengunjung Rio Sucuri harus memesan slot waktu sebelum berkunjung karena kapasitas setiap sesi yang terbatas.
Peraturan ini diberlakukan untuk memastikan setiap grup mendapat briefing, peralatan, dan pemandu yang bertanggung jawab agar terhindar dari kejadian yang tak diharapkan.
- Aturan perilaku di air dan di tepi sungai
Pengunjung yang datang ke sungai ini telah diwanti-wanti oleh tiap pemandu untuk tidak mengganggu tanaman atau ikan dan harus selalu mengikuti instruksi pemandu.
Larangan tersebut dimaksudkan supaya dasar sungai dan vegetasi yang sensitif tidak teraduk atau rusak, karena dapat menurunkan kejernihan air dan merusak habitat.
- Pembatasan usia
Di beberapa paket tur biasanya tertulis tidak mengizinkan anak di bawah usia tertentu (seringkali 20 minggu).
Ada pula beberapa faktor mengapa sungai ini bisa terawat dan populer, diantaranya adalah model ekowisata yang terencana, keterlibatan pemilik lahan dan pemandu lokal dalam mengoperasikan lahan, serta pengalaman wisata yang unik.
Adanya Rio Sucuri ini menjadi contoh destinasi alam yang memadukan keindahan alam dengan aturan upaya pelestarian yang ketat.
FANEZA/FADYA
Editor : Imron Arlado