KOTA - Meski aksi demonstrasi di wilayah Kota Mojokerto urung digelar, namun kabar adanya rencana aksi massa tersebut berdampak pada sektor pariwisata. Utamanya pada destinasi wisata sejarah dan budaya yang memilih untuk menutup kunjungan sementara hingga memperketat pengamanan.
Salah satunya Museum Gubung Wayang yang memutuskan untuk menutup sementara kunjungan per Selasa (2/9). Destinasi wisata yang berada di Jalan RA Kartini, Kota Mojokerto ini mengumumkan penutupan tersebut melalui akun resmi media sosial Instagram (IG). ’’Betul kak,’’ ungkap Sa’dan, admin Museum Gubug Wayang saat dikonfirmasi melalui WhatsApp (WA), kemarin (2/9).
Pihaknya tak menyampaikan kapan kunjungan wisata di museum berstatus cagar budaya dengan aneka koleksi wayang hingga beraga, pusaka tanah air ini akan kembali dibuka. Dia hanya menyebutkan akan segera mengumumkan kembali karena penutupan masih diberlakukan hingga waktu yang belum ditentukan. ’’Sampai kondusivitas benar-benar terjamin,’’ paparnya.
Sementara itu, Kepala SDN Purwotengah Endang Pujiastutik menambahkan, kunjungan wisata di Galeri Soekarno Kecil masih tetap dibuka seperti biasa. Hanya saja, pihaknya meminta petugas untuk meningkatkan pengawasan dan keamanan. ’’Tetap kami buka ketika ada pengunjung yang datang, tapi kebetulan hari ini (kemarin, Red) tidak ada pengunjung sehingga kami tutup agar lebih aman,’’ tandasnya.
Langkah preventif tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi beberapa daerah lain yang sempat terjadi sasaran perusakan hingga penjarahan. Di antaranya di pada bangunan cagar budaya Gedung Negara Grahadi Surabaya maupun di Pemkab Kediri yang berdampak pada hilangnya sejumlah benda bersejarah. ’’Jadi untuk antisipasi saja, semoga Kota Mojokerto tetap aman,’’ ulasnya. (ram/fen)
Editor : Hendra Junaedi