Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Potensi Bencana di Pegunungan Kawasan Mojokerto Meningkat

Khudori Aliandu • Selasa, 8 April 2025 | 15:15 WIB
BERAWAN: Awan hitam memayungi langit di wilayah Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, kemarin.
BERAWAN: Awan hitam memayungi langit di wilayah Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, kemarin.

BMKG Juanda Sebut Cuaca Ekstrem Berlangsung hingga Pekan Depan

 KABUPATEN - Warga Kabupaten Mojokerto, khususnya yang tinggal di wilayah Pacet dan Trawas, tampaknya harus waspada akan potensi bencana banjir dan tanah longsor. Sebab, BMKG Juanda memprakirakan kawasan pegunungan tersebut dibayangi cuaca ekstrem hingga sepekan ke depan.

 ”Berdasarkan hasil prakiraan kami, potensi cuaca ekstrem terjadi dalam periode 7 April hingga 13 April,” ungkap Ketua Tim Meteorologi BMKG Juanda Andrie Wijaya, kemarin.  Dengan demikian, pihaknya mengimbau agar seluruh unsur untuk meningkatkan kewaspadaan akan peningkatan cuaca ekstrem di Mojokerto dan Jawa Timur secara keseluruhan.

 Apalagi, lanjut dia, pada Kamis (3/4) lalu insiden tanah longsor di jalur alternatif Pacet-Cangar, Desa/Kecamatan Pacet, menghantam dua mobil dan menewaskan 10 orang dalam dua keluarga. Andrie menuturkan, cuaca esktrem tersebut berupa hujan lebat, angin kencang hingga potensi hujan es.

 Dimungkinkan mengakibatkan berkurangnya jarak pandang bagi pengendara, pohon tumbang, hingga bencana banjir dan tanah longsor. ”Adanya cuaca ekstrem ini membuat potensi bencana di wilayah pegunungan, seperti Trawas dan Pacet meningkat. Termasuk tanah longsor," jelasnya.

 Kondisi ini, lanjut Andrie, juga didukung oleh sejumlah faktor. Mulai dari momen masa peralihan musim atau pancaroba hingga terjadinya dinamika atmosfer di langit Jawa Timur secara keseluruhan. Di antaranya, gangguan gelombang equatorial rossby dan kelvin. ”Sehingga memicu pertumbuhan awan hujan atau cumulonimbus yang signifikan dan intens," tandasnya. 

Atas kondisi tersebut, pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan instansi terkait. Tak lain untuk meminimalisir risiko di daerah rawan bencana. Dia turut mengimbau agar masyarakat selalu waspada akan dampak bencana yang ditimbulkan. Salah satunya dengan tidak melakukan kegiatan luar ruang saat cuaca ekstrem terjadi. ”Bagi para pemudik dan masyarakat umum, supaya tidak memaksakan untuk melakukan perjalanan saat cuaca ekstrem berlangsung,” tandasnya.

 Perlu diketahui, Pemkab Mojokerto sebelumnya telah memperpanjang status tanggap darurat bencana hidrometeorologi selama dua pekan. Dari sebelumnya berakhir Jumat (28/3) menjadi Kamis (10/4). Kebijakan ini seiring dengan potensi bencana seiring cuaca ekstrem yang diprakiraan masih terjadi selama libur Lebaran. 

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto Yo’ie Afrida Soesetyo Djati mengatakan, cuaca ekstrem yang diprakiraan masih terjadi selama libur Lebaran membuat pemda mengambil langkah taktis. Potensi bencana yang masih membayangi bumi Majapahit membuat pemda akhirnya memperpanjang status tanggap darurat. Sehingga, lanjut Yo’ie, masyarakat tetap diminta waspada di tengah masa mudik dan balik dari libur Lebaran. ’’Status tanggap darurat bencana hidrometeorologi yang seharusnya berakhir 28 Maret, saat ini kita perpanjang lagi sampai dua minggu, berakhir pada Kamis (10/4),’’ ungkapnya. (vad/ori/ris)

 

 

 

Editor : Hendra Junaedi
#trawas mojokerto #waspada bencana alam #pegunungan #pacet mojokerto #Pacet cangar #potensi bencana alam