Pemkab Tuntaskan Sembilan Ruang Terbuka Hijau
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Bupati Ikfina Fahmawati mendorong para penggiat desa wisata di Kabupaten Mojokerto untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) masing-masing, pegiat wisata desa diharapkan dapat mengirimkan wakilnya melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi demi meningkatkan potensi desa. Sekaligus mempertahankan daya saing wisata.
’’Semua desa wisata nantinya harus mengirimkan mahasiswa untuk kuliah, dari BUMDes yang mengelola tempat wisata desa masing-masing,’’ ungkap Ikfina.
Ikfina menilai, ketika sarana-prasarana (sarpras) wisata desa terbangun dengan baik, pemdes dituntut memiliki daya saing dalam mendukung optimalisasi potensi desa.
Sebagai langkah awal, kata Ikfina, pemda berkolaborasi dengan Universitas Surabaya (Ubaya) melalui program rekognisi pembelajaran lampau (RPL).
RPL bakal menjadi program pengakuan atas pencapaian pembelajaran yang diperoleh dari pendidikan formal, informal, hingga pengalaman kerja.
Sebagai dasar melanjutkan atau menyetarakan pendidikan dengan kualifikasi tertentu.
Dengan demikian, akan dapat meningkatkan kualitas pendidikan bagi angkatan kerja.
’’Agar desa wisata di Kabupaten Mojokerto bisa tetap eksis, perlu adanya pengelolaan yang terfokus. Hal ini bisa ditunjang melalui SDM yang unggul.
Tidak cukup sekadar mengelola saja, tapi juga harus ada target yang disasar,’’ paparnya.
Di sisi lain, selama era kepemimpian Ikfina, perluasan ruang terbuka hijau (RTH) juga terus digenjot.
Perluasan tempat bermain dan rekreasi anak di setiap kecamatan ditargetkan mampu mendongkrak perekonomian warga.
Selama tiga tahun terakhir ini, Pemkab Mojokerto menargetkan membangun sembilan RTH.
Di antaranya, RTH Sooko di Jalan RA Basuni, Desa/Kecamatan Sooko; RTH Sidorejo Surya Park di Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis; RTH Mojo Kendi Patirtan (MKP) di Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar; RTH Wisata Gelang Puri di Desa/Kecamatan Puri; dan RTH Kentongan Park di Desa Belahantengah, Kecamatan Mojosari.
Di samping itu, pemda turut membangun RTH di Desa Mojokumpul, Kecamatan Kemlagi, dan di Desa Gedeg/Kecamatan Gedeg.
’’Tahun ini, kami juga menargetkan penambahan dua RTH lagi. Masing-masing Desa Jatirejo dan Desa Sedati, Ngoro,’’ jelas Ikfina.
Alokasi anggaran RTH tersebut sebagian besar melalui bantuan keuangan (BK) desa.
Dengan demikian, pemda berharap akan memiliki banyak destinasi wisata baru.
Sehingga selaras dengan itu, akan semakin banyak keterwakilan ruang bermain anak di setiap kecamatan. (ori/ris)
Editor : Hendra Junaedi