Aneka tanaman tersebut tetap segar karena berada di dekat perairan sungai Brantas, Kota Mojokerto.
Salah seorang penjual, Fery mengaku sudah membuka usaha tersebut sejak 2000. Setiap hari dia buka toko mulai pukul 08.00 hingga 17.00. Tanaman yang dijual dari berbagai jenis, seperti anthurium, aglaonema, pilu philodendron, dan lainnya.
’’Jenis tanaman itu ada banyak. Tapi tanaman ada dua macam, yang indoor ada aglaonema dan sejenisnya yang memerlukan sinar panas 60% dan yang outdoor ada bugenvil, asoka, dan mawar,’’ jelasnya sembari menunjukkan jenis bunga.
Pria 35 tahun itu menjelaskan, tanaman yang mahal di tokonya sekitar harga Rp 500 ribu hingga Rp 750 ribu. Itu dari kelompok Aglaonema jenis adelia, widuri, dan tiara.
Sedangkan tanaman yang murah adalah kelompok aglaonema jenis lipstik yang dijual seharga Rp 40 ribu.
Cara merawatnya cukup mudah. Mulai dari menanam ke pot kecil sebelum tanaman tersebut umur lima bulan. Setelah itu dipindah ke pot besar dengan media pupuk fermentasi.
Pecinta tanaman yang membeli di toko Fery biasanya dari pihak kantor atau rumah sakit yang lebih memilih tanaman indoor. Sedangkan masyarakat umum lebih tertarik ke tanaman yang pemenpatannya di outdoor.
Sehingga stok aneka tanaman di tokonya terus diperhatikan agar konsumen tidak merasa kecewa.
Pembeli yang tertarik dengan tanaman di toko miliknya juga tidak hanya warga asal Mojokerto, tetapi juga dari Jombang, Sidoarjo, Lamongan, dan Surabaya.
Cuaca hujan juga berdampak bagi penjual tanaman bunga.
Dia mengaku jika mulai memasuki musim hujan biasanya yang ramai dicari pembeli yaitu bibit buah, seperti buah kelengkeng dan jeruk.
Hal itu diakuinya karena belakangan ini sudah tidak musim tanaman.
’’Tidak tentu, mbak. Biasanya dapat sekitar Rp 700 ribu-800 ribu per hari,’’ jelasnya disinggung terkait omzet harian. (Nailul Mufarichah/fen)
Editor : Fendy Hermansyah