Tak terkecuali kalangan pedagang kaki lima yang membuka lapak untuk menjual dagangan kuliner.
Salah satunya Kurni Chandra, seorang penjual Es Dawet Ayu khas Cilacap, Jawa Tengah. Pemuda 29 tahun ini mengaku sudah berjualan di alun-alun sejak setengah tahun.
"Saya sudah berjualan di sini sejak setengah tahun. Jualannya dari pukul 9 pagi sampai pukul 19.00," jelasnya.
Pedagang dawet ayu yang berada di sisi utara Alun-Alun Kota Mojokerto, dekat markas Korem 082/Citra Panca Yudha Jaya ini menyebutkan, pembeli minumam tradisionalnya banyak dari pengunjung Alun-Alun Koya Mojokerto.
"Yang beli kebanyakan orang dewasa dan juga remaja, tetapi lebih banyak yang dewasa," ungkapnya.
Pihaknya juga mengakui, dagangannya paling laris diburu pengunjung ketika akhir pekan, Sabtu-Minggu. Karena, waktu itu, jumlah pengunjung alun-alun meningkat drastis.
Selain di Alun-alun, kata Kurnia Candra, dirinya juga berjualan dawet di daerah Miji, tepatnya depan SDN Miji.
"Hari Sabtu-Minggu biasanya paling rame dari hari biasanya, karena hari weekend jadi banyak pengunjung. Saya biasanya juga jualan di daerah Miji, yang depannya SDN Miji," terangnya.
Meskipun banyaknya penjual yang berdagang di Alun-Alun Mojokerto, kebersihan masih mereka terapkan ketika sudah selesai berdagang.
Di sepanjang jalan yang ditempati penjual tidak ada sampah yang berserakan. "Ya, biasanya saya bersihin sendiri," tegasnya. (nov/fen)
Editor : Fendy Hermansyah