Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Merasakan Sensasi Lembut dan Manisnya Durian Lokal di Dalam Mal, dari Jenis Susu, Bagor, hingga Bajul

Moch. Chariris • Minggu, 28 Januari 2024 | 04:08 WIB
PECAH DURIAN: Pengunjung menunjukkan durian jenis lokal yang dibelinya, di festival Kenduren di Sunrise Mall Mojokerto. (foto: Moch. Chariris)
PECAH DURIAN: Pengunjung menunjukkan durian jenis lokal yang dibelinya, di festival Kenduren di Sunrise Mall Mojokerto. (foto: Moch. Chariris)

RADARMOJOKERTO - Durian yang dijuluki sebagai si raja buah merupakan buah khas Indonesia.

Buah ini identik dengan ukurannya yang variatif serta kulit berduri. Rasa manis, legit, dengan tekstur creamy, serta daging tebal, menjadi favorit berbagai kalangan. Dari anak-anak hingga dewasa.

Di musim panen awal tahun 2024 ini, misalnya. Para petani dan penjual buah durian tetap kebanjiran pembeli.

BANYAK DIMINATI: Penjual menunjukkan durian jenis bajul kepada pengunjung festival Kenduren di Sunrise Mall Mojokerto. (foto: Moch. Chariris).
BANYAK DIMINATI: Penjual menunjukkan durian jenis bajul kepada pengunjung festival Kenduren di Sunrise Mall Mojokerto. (foto: Moch. Chariris).

Akibat lonjakan pembeli, kini durian tak hanya dipasarkan di rumahan, namun juga di festival khusus durian. Tak ingin melewatkan kesempatan, para pedagang durian berlomba-lomba mendatangkan buah tersebut dari berbagai daerah.

Muhammad Fahmi, 42, salah satu penjual durian asal Meri, Kota Mojokerto, misalnya. Ia mendatangkan berbagai jenis durian dari Trenggalek.

Di antaranya, durian susu, lokal, bagor, hingga bajul. Durian-durian ini dibanderol dengan harga bervariatif, tergantung jenis dan ukuran.

Durian susu yang cenderung berukuran kecil dengan cita rasa manis, dibanderol dengan harga Rp 25 ribu per buah. Sedangkan durian bagor dengan cita rasa pahit legit, berdaging tebal dihargai Rp 50 ribu hingga Rp 70 ribu.

Sama halnya dengan durian bajul yang berukuran lonjong, besar, dengan cita rasa manis.  Fahmi mengaku bahwa melalui festival durian ia dapat meraup untung lebih banyak.

”Di festival sebelumnya pendapatan per harinya cukup besar, sekitar Rp 2 juta,” imbuh Fahmi, saat ditemui di festival Kenduren Sunrise Mall Mojokerto, Sabtu (27/1).

Disamping itu, para pelanggan menghadiri festival ini dengan penuh antusias. Mereka tidak perlu datang ke perkebunan durian untuk menikmati daging si raja buah tersebut.

Hanya dengan menghadiri festival, pengunjung mal dapat memilih dan menyantap berbagai jenis durian yang diinginkan.

Ayiz, 30, seorang penikmat durian asal Kutorejo, Mojokerto, mengaku rela merogoh kocek lebih dari Rp 200 ribu demi memborong durian lokal.

Ia menjelaskan, melalui festival durian yang diadakan di dalam mal jauh lebih efisien. Ia dapat berkumpul dan menyantap durian di tempat bersama kawannya, tanpa perlu ke dataran tinggi.

”Tidak perlu jauh-jauh, pulang kerja bisa langsung mampir menikmati durian,” tandasnya. (wilda mifta)

 

Editor : Moch. Chariris
#raja buah #panen #durian #mal #lokal