Berada di lahan tanah kas desa (TKD) seluas 3 hektare, wisata yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gajah Mada ini menyuguhkan banyak wahana menarik bagi wisatawan. Salah satu wahana favorit adalah kolam renang.
Air kolam yang bersumber dari sumber mata air di kolam tersebut membuat pengunjung kian betah di Lembah Mbencirang. ’’Sumber mata air langsung dari Gunung Anjasmoro dan Welirang,’’ kata Kepala Desa Kebontunggul Siandi.
Wisata yang buka mulai pukul 08.00 hingga 17.00 ini memiliki panorama yang apik. Sebab, letaknya diapit empat bukit, yakni Jurang Menyek di sebelah utara, Alas Wedok di timur, Puthuk Ijo di bagian selatan, dan Juwet Sewu sebelah barat.
’’Terbaru, kita juga menyediakan homestay dengan ornamen Majapahitan agar wisatawan bisa berkemah sembari menikmati pemandangan,’’ imbuhnya.
Selain itu, wisatawan juga dimanjakan dengan wahana permainan untuk anak. Seperti flying fox, rafting, sampai tubbing. Siandi menuturkan, selama Nataru ini, kunjungan wisatawan naik sekitar 15 persen dari hari biasa.
’’Bahkan ada wisatawan dari luar kota juga. Rata-rata rombongan keluarga,’’ sebut dia.
Wana wisata ini juga telah dilengkapi lapak kuliner. Sehingga, pengunjung yang kelelahan bisa menikmati aneka makanan dan minuman khas Desa Kebontunggul. Seperti minuman khas wedang weton 19.
’’Bahannya jahe, kunyit, serai dan jeruk nipis. Ini menjadi salah satu minuman khas Desa Kebontunggul yang hanya bisa ditemui di Lembah Mbencirang,’’ pungkasnya. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah