Wahyu Arfian Syah, salah satu konsumen mengatakan cita rasa rujak cingur Mak Pat memang berbeda dari rujak ulek pada umumnya.
”Rujak cingur Mak Pat enak, bumbunya sangat terasa,” terang pemuda asal Trowulan ini, Selasa (22/8).
Di warung ini, kebanyakan konsumen memang ketagihan dengan bumbu dan topping. Terutama, cingurnya yang kenyal dan empuk.
”Bumbu perpaduan petis dan kacangnya melimpah,” imbuh Wahyu.
Dalam satu porsi rujak, terdapat beberapa sayuran, tahu, tempe, lontong, timun.
”Porsinya banyak, harganya terjangkau, bumbunya juga kental dan khas banget. Mungkin itu yang membedakan rujak cingur ini dengan yang lain,” papar Wahyu.
Memang rujak cingur Warung Mak Pat menjadi warung legendaris karena cita rasa dan kelezatan yang dikenal menggugah selera.
Tak hanya rujak cingur. Warung Mak Pat juga menyediakan gado-gado dan minuman khas. Seperti es kolak, es dawet dan es cao. Untuk satu porsi rujak dibanderol dengan harga Rp 20 ribu.
Sedangkan minuman dihargai Rp 5 ribu per gelas.
Wahyu mengungkapkan perpaduan petis dan bumbu tambahan lainnya menjadikan rujak cingur ini terasa nikmat.
Meski Mak Pat membuat dengan cara borongan alias beberapa resep jadi satu, namun nyatanya tak mengurangi kualitas rasa.
Selain tak pelit bumbu, rujak cingurnya dan gado-gadonya juga dikenal dengan porsinya yang banyak alias jumbo.
”Untuk gado-gado rasanya enak, pedasnya pas. Tapi, sayang nggak ada telurnya,”ujar Amelia Putri Lukdiana, konsumen pelajar asal Ngoro. Satu porsi gado-gado dihargai Rp 12 ribu.
Warung Mak Pat buka dari pukul 10.00 hingga 17.00 WIB. Lokasinya, berada di sisi timur Lapangan Panggreman, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, atau sekitar 200 meter dari Jalan Raya Pahlawan, Kota Mojokerto. (fitriani/ris)
Editor : Fendy Hermansyah