Kolam yang 21 tahun lalu digunakan berendam pengunjung atau wisatawan sekarang tidak digunakan kembali. Setelah dipindahkan berpindah ke sisi utara kolam lama yang sekarang rusak.
''Sekarang sudah tidak ada rasa trauma lagi pasca longsor, karena sudah banyak peningkatan (fasilitas). Seperti pembangunan baru dan fasitilas yang baru,” ungkap Sholiqa, pedagang makanan yang lokasinya tidak jauh dari loket masuk.
Kolam banyu panas baru pengganti kolam yang diterjang longsor diberi nama Gambiran. Kolam yang dikelola koperasi desa setempat bertarif Rp 15 ribu per orang.
Tak hanya itu di sisi timur Gambiran terdapat fasilitas lain, yakni kolam privat dikelola Perhutani Jawa Timur bernama De Qoem Qoem. Tiket masuk ditetapkan Rp 200 ribu per keluarga atau maksimal 10 orang.
Berbeda dengan De Qoem Qoem, tiket Kolam Air Panas Padusan yang ditetapkan dengan tarif Rp 10 ribu bagi pengunjung dewasa, sedangkan anak-anak (3-10 tahun) Rp 7.500 ribu.
Di samping itu pengelola menetapkan tiket masuk bagi turis mancanegara Rp 35 ribu per orang. Tarif tiket tersebut tampak dari penjelasan di papan kaca loket Air Panas Padusan.
Setiap wisatawan yang masuk akan dimanjakan dengan fasilitas kolam air panas dan kolam renang. Meliputi kolam dewasa dan kolam anak. Serta tempat penitipan barang, tempat persewaan pelampung, musala, kantin, dan ruang medis.
Sekertaris Desa Padusan sekaligus pengurus Wanawisata Air Panas Padusan, Hari, menyatakan, pasca diterjang bencana alam tahun 2002 lalu, diakuinya banyak perubahan dan peningkatan sarana dan fasilitas wisata di dalamnya.
Seperti pelebaran sungai dan pembangunan ulang tempat wisata. “Harapan kami semoga saja tidak ada bencana alam lagi ke depannya,” tegas dia.
Fasilitas lain yang tak kalah menariknya adalah Whirphool Kolam Rendam Air Panas. Di sini pengelola membanderol tiket Rp 15 ribu per orang dan Jacuzzi Pool Cafe & Karaoke dengan tarif yang sama. (ayu sukma)
Editor : Fendy Hermansyah