Bubur ini dijual pedagang kaki lima yang mangkal di pojokan selatan eks Pasar Brangkal. Menghadap selatan dengan spanduk kuning kontras dengan tulisan "Bubur Sruntul", kacang hijau, dan kolak. Sekilas memang seperti bubur Madura yang kerap menjual bubur kacang hijau.
Nyatanya memang benar. Bubur satu ini jenis bubur Madura yang identik dengan spanduk kuning. Tetapi, kedai milik pak Rida ini menjadikan bubur sruntul menjadi menu utamanya. Disajikan dalam mangkuk sedang, bubur sruntul ini ternyata berisi aneka isian. Seperti, ketan hitam, bubur sum-sum, mutiara, bubur sruntul itu sendiri hingga potongan dadu roti tawar.
Disiram kuah santan yang light kemudian ditambah susu cokelat sebagai topping secukupnya dan pemanis warna merah. Semangkuk bubur sruntul bisa disajikan dingin maupun hangat. "Seporsi Rp 6 ribu," ucap Rida.
Pria asli Madura ini membuka kedai bubur mulai pukul 09.00 hingga 21.00. Sudah empat bulan terakhir ini, dirinya sengaja menambahkan jenis bubut sruntul dalam menu daganganya. Alhasil, banyak yang suka, mulai bocah hingga orang dewasa. "Baru beberapa bulan ini untuk yang sruntul. Rupanya banyak yang suka," tandas pria 55 tahun ini. (fen)
Editor : Fendy Hermansyah