Salah satu warung yang bisa bertahan milik Turah. Dia mengaku telah membuka usaha ini sejak tahun 1998. ”Pertama kali buka pada saat krisis moneter, dulu harganya masih Rp 1500,” terangnya.
Setiap hari, ia dan adiknya Sumiarsih, berjualan di depan rumahnya, di Jalan Empunala, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari. Warung ini buka pukul 10.00 hingga 15.00 WIB. Ramainya pembeli yang berdatangan, membuat Turah mampu menghabiskan petis sebanyak 3 kilogram dalam sehari.
”Yang membuat rujak ini berbeda dari warung lainnya itu, ada tambahan buah kedondong dan bengkoang di dalamnya,” ungkap wanita 64 tahun itu. Hal inilah yang menjadi keunikan rujak cingur milik Turah. Memiliki cita rasa yang enak ditambah gurihnya kacang yang berlimpah, membuat warung rujak cingur Turah kian diminati.
Faktor cuaca juga berpengaruh pada volume penjualan. ”Ya kalau musim hujan biasanya agak sepi, orang malas keluar,” ucap Turah. Warung rujak ini ramai saat jam istirahat kantor. ”Biasanya kalau pas ramai itu saya sampai kewalahan, makanya saya dibantu adik,” tegas dia. (khailla/ris)
Editor : Fendy Hermansyah