Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Sejarah Angkat Besi

Farisma Romawan • Kamis, 22 Agustus 2024 | 17:45 WIB

 

Photo
Photo

Sejumlah peninggalan sejarah menunjukkan Mesir merupakan negara tempat lahirnya olahraga angkat beban. Baru kemudian menyebar ke Roma dan Yunani.

Kala itu, objek beban yang digunakan sederhana, yakni karung pasir. Orang-orang mengangkat 1 buah karung dengan 1 tangan dan menahannya di atas kepala selama beberapa waktu.

 Sementara di China, angkat beban digambarkan sebagai olahraganya para prajurit. Mereka harus berperang dengan menggunakan tangan kosong.

Namun, tak hanya terbatas untuk kalangan prajurit saja. Olahraga angkat beban juga digemari masyarakat pedesaan di sana. Mereka sering menyebutnya qiao guan. Bedanya, qiao guan tidak menggunakan barbel, melainkan gagang pintu yang berat dengan 1 tangan.

 Kemudian angkat besi mulai menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade modern pertama. Angkat besi merupakan salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade sejak 1986.

Saat itu, hanya atlet pria yang diizinkan berpartisipasi. Barulah di Olimpiade Sydney tahun 2000 terbuka untuk atlet wanita.

 Perjalanan olahraga ini di Olimpiade tidaklah mulus. Angkat beban sempat tidak dimasukkan dalam kompetisi di tahun 1900. Kemudian, kembali muncul pada tahun 1904, namun tak lama menghilang lagi dan baru kembali pada Olimpiade tahun 1920.

Saat ini, atlet angkat besi pria dapat bertanding dalam 7 kelas di Olimpiade. Mulai dari kelas 61 kilogram (kg) hingga +109 kg. Sementara kelas angkat besi bagi atlet wanita, yakni mulai dari 49 kg hingga +87 kg. (far/ris)

 

 

Editor : Hendra Junaedi
#angkat besi