Angkat berat dan angkat besi adalah dua cabang olahraga yang kerap dipahami sama, kendati memiliki beberapa perbedaan. Anggapan itu bukan tanpa dasar.
Mengingat, di Indonesia dua olahraga angkat beban ini awalnya tergabung di Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI). PABBSI adalah federasi yang menaungi angkat berat, angkat besi, dan binaraga.
Seperti dilansir sejumlah sumber, angkat berat dan angkat besi sebetulnya berbeda sejak dalam pengertian. Angkat berat sebagai olahraga yang mengutamakan kekuatan menilai atlet dari kemampuannya mengangkat beban terberat.
Olahraga dengan nama populer powerlifting ini awalnya diciptakan bukan untuk prestasi, melainkan bertujuan meningkatkan kekuatan dan ketahanan maksimal.
Jenis angkatan yang dilombakan dalam angkat berat ada tiga. Masing-masing, squat, deadlift, dan bench press. Dalam angkatan squat, seorang lifter berusaha berdiri dengan meletakkan barbel di bahu. Kalau angkatannya setinggi kemaluan, maka itu yang disebut deadlift. Sementara itu, angkatan bench press dilakukan dengan mengangkat barbel sambil tiduran di atas bench.
Sejarah angkat berat awalnya justru dipertandingkan dalam pertandingan khusus penyandang disabilitas, yakni Paralimpiade edisi 1964.
Olahraga ini kemudian dipertandingkan dalam olimpiade. Menyusul angkat besi yang menjadi cabor resmi sejak edisi pertama, Olimpiade Athena 1896. Lantas apa bedanya dengan angkat besi?
Kalau angkat berat dibuat untuk melatih tubuh. Angkat besi sejak awal memang dilombakan sebagai olahraga ketahanan dengan mengangkat beban tertentu ke atas. Olahraga dengan nama internasional weightlifting ini punya dua jenis angkatan, yaitu snatch dan clean and jerk.
Snatch adalah gerakan mengangkat barbel dari lantai ke atas kepala dengan tangan lurus selama beberapa detik atau sampai wasit meniup peluit.
Sementara itu, clean and jerk ialah angkatan snatch yang dilakukan dalam dua tahap. Artinya, sebelum di angkat ke atas kepala, barbel harus terlebih dulu ditahan dengan dada.
Sebelum 2020, baik angkat angkat berat dan angkat besi tergabung dalam satu induk organisasi bersama cabor binaraga di PABBSI.
Namun, sesuai aturan internasional, ketiganya harus dipisah hingga akhirnya lahir Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi), Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI), dan Perkumpulan Binaraga dan Fitnes Seluruh Indonesia (FBFI). (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi