Chinlone adalah olahraga tradisional asal Myanmar yang menyita perhatian saat gelaran SEA Games Kamboja 2023.
Prinsip olahraga ini mirip dengan sepak takraw, tapi lebih atraktif dan bukan pertandingan antara dua tim. Sederhananya, chinlone adalah olahraga adu kepiawaian juggling bola rotan.
Seperti dilansir sejumlah sumber, tim chinlone terdiri atas 6 pemain.
Permainan ini dilakukan di sebuah lapangan berbentuk lingkaran dengan diameter 6-7 meter.
Satu pemain berada di tengah dan bertugas memantulkan bola 5 temannya. Bola yang dimaksud berbahan rotan dengan ukuran menyerupai bola sepak takraw.
Dalam kompetisi chinlone, setiap tim diberi waktu 10 menit untuk memainkan bola rotan.
Mereka akan menimang bola menggunakan kaki dan saling oper, layaknya seorang pemain sepak bola saat juggling. Pemenang ditentukan berdasarkan tim yang meraih poin paling tinggi.
Gerakan memainkan bola yang ditunjukkan para pemain chinlone menyerupai tarian, sehingga menjadi tontotan indah.
Sebab, tak sekadar menendang bola ke atas, mereka juga bisa mengombinasikan gerakan tubuh untuk menadah bola yang jatuh dengan lutut, tumit, hingga telapak kaki.
Chinlone yang disebut telah menjadi olahraga tradisional di Myanmar sejak abad ke-7 Masehi. Olahraga ini pertama kali diperkenalkan di tingkat Asia Tenggara pada SEA Games 2013. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi