ANGGAR merupakan olahraga bela diri yang unik karena menggunakan pedang dan pakaian khusus. Olahraga jenis ini tak sepopuler seni bela diri lain karena terkesan ”olahraga orang kaya”.
Penggunaan senjata pedang dalam anggar menjadinya olahraga yang khas. Tak seperti bela diri umumnya yang mengandalkan teknik gerakan kuncian, seperti pencak silat dan karate.
Seperti dikutip dari beberapa sumber, seorang atlet anggar dilatih untuk memiliki keahlian memotong, menusuk, hingga menangkis serangan lawan.
Olahraga yang dinaungi Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) ini sebetulnya sudah lama masuk ke Indonesia.
Berasal dari Eropa, konon anggar menjadi pelajaran wajib bagi tentara Hindia Belanda, hingga akhirnya terus berkembang di tanah air setelah kemerdekaan.
Pemain anggar biasanya menggunakan seragam berupa pakaian, sarung tangan, hingga helm khusus. Semua peralatan ini mahal.
Pakaiannya saja yang umumnya berwarna putih dibuat dari bahan sutra. Semua alat pelindung ini menutupi seluruh bagian tubuh atlet agar aman saat bertanding.
Selain pelindung tubuh, pedang yang dipakai dalam permainan anggar juga tak sembarangan. Dikenal tiga jenis pedang yang digunakan sesuai kategori pertandingan, yakni pedang foil, epee, dan sabre.
Spesialnya lagi, pedang dan seragam khusus anggar dilengkapi kabel, sehingga terhubung dengan sistem penilaian elektronik. Misal, ketika pemain terkena tusukan, sistem secara otomatis akan mencatatnya. Sungguh canggih bukan?
Ada beberapa aturan main dalam pertandingan anggar.
Antara lain, atlet hanya boleh bergerak maju dan mundur. Ketika sedang menyerang, atlet hanya boleh menarget bagian tertentu tubuh lawan, sesuai dengan kategori pertandingan dan pedang yang dipakai. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi