Seperti namanya, sepak bola mini atau yang dikenal mini football/mini soccer adalah versi kecil dari olahraga sepak bola yang populer itu.
Bukan ukuran bolanya, yang mini dari sepak bola mini adalah lapangan serta jumlah pemainnya.
Kemasan yang lebih ringkas ini membuat olahraga baru itu menjadi permainan bola kaki yang intens, serba cepat, dan penuh aksi.
Dikutik dari sejumlah sumber, sepak bola mini dimainkan oleh 2 tim dengan setiap tim terdiri dari 6 pemain inti.
Sedangkan untuk ukuran lapangannya separo dari lapangan sepak bola biasa, yakni sekitar 50x20 meter persegi.
Sementara itu, untuk gawangnya memiliki tinggi 2 meter dan lebar 4 meter. Sepak bola mini bisa dimainkan di lapangan indoor maupun outdoor dengan durasi waktu 2x25 menit, atau 20 menit lebih singkat dari sepak bola di setiap babaknya.
Dari segi sejarah, sepak bola mini juga memiliki cerita yang menarik. Masih melansir beberapa sumber, sepak bola mini atau mini football dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama mini soccer di Amerika Serikat.
Perbedaan ini senyampang dengan sepak bola yang di negeri Abang Sam (AS) disebut soccer, bukan football layaknya di banyak belahan dunia.
Di luar perbedaan itu, permainan sepak bola mini pertama kali justru muncul di Amerika Utara pada 1960-an lalu menyebar ke Eropa.
Olahraga ini sengaja diciptakan sebagai bentuk modifikasi sepak bola biasa.
Idenya adalah supaya permainan sepak bola dapat dimainkan dalam ruang terbatas layaknya lapangan basket ataupun voli.
Secara aturan main, terdapat sejumlah perbedaan antara sepak bola mini dan sepak bola biasa.
Meski masih menerapkan aturan dan pelanggaran yang ditentukan Football Association, dalam sepak bola mini tidak ada aturan offside.
Selain itu, olahraga ini juga mengungkinkan pergantian pemain secara bebas atas seizin wasit, bahkan saat pertandingan berlangsung.
World Minifootball Federation (WMF) sebagai federasi sepak bola mini dunia terbentuk pada 2008.
Organisasi ini memiliki 71 negara anggota termasuk Indonesia yang membentuk wadah dengan nama Federasi Sepakbola Mini Indonesia (FSMI) pada 2016. (adi/fen)
Editor : Imron Arlado