FULLBALL adalah olahraga yang menggabungkan antara permainan basket dan futsal. Meski baru seumur jagung, olahraga yang pertama kali muncul di Jakarta ini mulai dikenal di sejumlah negara.
Yang unik dari permainan ini, pemain bisa meraih poin dengan dua cara. Yakni, menendang bola ke gawang atau melempar bola ke target di atas gawang.
Dilansir dari sejumlah sumber, permainan fullball melibatkan dua tim dengan waktu 2x15 menit.
Setiap tim diperkuat lima pemain yang satu di antaranya bertindak sebagai kiper. Fullball dimainkan di lapangan futsal dengan ukuran gawang yang sama dan bola sebesar bola voli atau sepak bola (ukuran 5).
Wasit akan melempar bola ke atas laiknya pertandingan basket sebagai tanda permainan fullball dimulai. Kedua tim kemudian saling berebut bola untuk mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya. Pemain fullball bisa saling oper dan mengolah bola dengan cara dipantulkan ke lantai seperti basket.
Tak hanya itu, elemen basket dalam olahraga fullball juga terlihat dari cara mencetak poin. Pemain bisa melemparkan bola hingga mengenai target yang dipasang di atas gawang. Target ini serupa papan lingkaran dengan diameter 30 sentimeter. Dua poin akan diraih apabila pemain bisa mengani target.
Selain cara ”basket”, poin yang sama dalam permainan fullball juga bisa didapat dengan cara ”futsal dan sepak bola”, menendang bola ke gawang lawan.
Lebih dari itu, yang lebih menantang, pemain akan meraih 3 poin apabila bisa mengenai target di atas gawang dengan cara menendang bola, alih-alih melemparnya.
Fullball adalah olahraga inovasi yang diciptakan di Indonesia. Pertama kali diperkenalkan di media sosial pada Maret 2023.
Baca Juga: Barang Inilah yang Dijual Toko Miras di Mojokerto di Dekat Masjid dan Sekolah
Permainan ini banyak digemari kalangan muda karena tergolong unik. Dari Jakarta, kini fullball banyak dimainkan di sejumlah daerah lain. Seperti Bandung, Surabaya, Semarang, hingga Bali. Fullball juga telah dipertandingan antarkampus di negara Taiwan. (adi/ris)
Editor : Imron Arlado