TEQBALL adalah olahraga perpaduan sepak bola dan tenis meja.
Dimainkan di atas meja berbentuk melengkung dengan bola seukuran sepak bola, olahraga ini dapat dilakukan menggunakan seluruh bagian tubuh kecuali tangan.
Nama teqball masih asing karena baru sekitar satu dekade terakhir terbentuk. Diciptakan di Hungaria pada 2012 silam, teqball secara resmi diperkenalkan di Indonesia sejak 2018.
Saat itu, teqball mendapat momentum sebagai cabang olahraga (cabor) demo alias eksbisi di ajang Asian Games Jakarta-Palembang.
Dalam pertandingan resmi, dikutik dari sejumlah sumber, teqball dimainkan dalam lima nomor pertandingan.
Meliputi, tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran. Prinsip utama permainan teqball berikut dengan aturannya tidak lain adalah kombinasi sepak bola dan tenis meja.
Teqball dimainkan di atas meja persegi panjang yang diletakkan di tengah lapangan seluas 12x7 meter.
Meja teqball berbentuk melengkung ke bawah atau cembung dengan ukuran 3x1,75 meter dengan tinggi 56,5 sentimeter di masing-masing ujungnya. Sementara itu, titik ketinggian tertinggi mencapai 76 sentimeter di dekat net.
Konsep bermain teqball adalah berupaya menyeberangkan bola ke area permainan lawan dengan kesempatan maksimal mengolah bola sebanyak tiga sentuhan.
Bola standar dalam permainan ini sama dengan sepak bola, yakni ukuran 5. Untuk permainan sendiri, teqball menggunakan sistem best of three atau dua set untuk memenangkan pertandingan.
Masing-masing set dimainkan hingga ada pemain/pasangan yang lebih dulu mencapai 12 poin.
Olahraga teqball saat ini berkembang di kalangan anak muda, khususnya di kota metropolitan.
Federasi Indonesia Teqball (Inateq) sebagai wadah olahraga teqball terbentuk pada 2019. Meski masih berproses agar masuk anggota KONI, teqball akan dipertandingkan sebagai cabor eksibisi di PON 2024 Aceh-Sumatera Utara. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi