Ketua Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Kota Mojokerto Albert Gunardi menyambut baik kepastian tersebut.
Pihaknya pun tengah mempersiapkan atlet yang akan diturunkan pada porprov tahun depan. ’’Kurang lebih 20 atlet yang ikut,’’ ujarnya, kemarin.
Dari proyeksi sementara, sekitar 20 atlet tersebut akan diturunkan di empat nomor pertandingan.
Antara lain barongsai tradisional, ketangkasan, dan kecepatan. Pihaknya masih menunggu nomor-nomor lain yang akan dipertandingkan oleh pengurus provinsi (pengprov).
Tiga nomor pertandingan itu sebelumnya juga diikuti atlet Kota Mojokerto pada Porprov VIII 2023.
Namun, di edisi ke delapan ini, barongsai masih menjadi cabor eksibisi alias belum masuk peringkat perolehan medali.
Sebagai persiapan menghadapi porprov tahun depan di Malang Raya, para atlet yang berasal dari kelompok Young Lion itu menjalani latihan rutin tiga kali seminggu.
’’Pertandingan-pertandingan di setiap kota nanti juga ada sepanjang tahun ini, kita menambah pengalaman dari situ juga nanti,’’ bebernya.
Setiap tahun setidaknya terdapat lima pertandingan barongsai di Jatim. Antara lain yang rutin di Malang, Surabaya, dan Madiun.
Albert menyebut, peta persaingan barongsai di Jatim cenderung ketat. Pasalnya, tim-tim daerah lain juga telah melakukan persiapan.
’’Porprov ini seperti pertandingan standar yang biasanya kita ikuti setiap tahunnya. Jadi, untuk pemain-pemain luar daerah kita sudah tahu,’’ imbuh dia. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah