Cabor kick boxing Kota Mojokerto tampaknya memang sedang on fire.
Kepengurusan cabor ini resmi terbentuk pada 5 November lalu dan mengukuhkan Juang Ade Gemilang sebagai ketua Pengkot KBI Mojokerto.
Tiga pekan setelahnya, para atlet sudah menjalani pemusatan latihan mulai Kamis (23/11).
Tujuh atlet putra itu menjalani latihan bersama di markas Mercava Fight Club, Jalan Markisa, Magersari, Kota Mojokerto.
”Ini adalah latihan perdana kami,” kata Juang. Bukan main-main, para atlet yang sebelumnya berlatih secara mandiri tersebut sedang menatap event penting, yakni Kejurprov Kick Boxing Jatim di Ngawi pada 22-23 Desember.
Sebulan jelang kejuaraan, kemampuan para atlet terus diasah. Juang menyatakan, selain menambah jam terbang atlet, ajang ini penting sebagai bagian dari persiapan porprov 2025 mendatang.
Ia menyebut, ketujuh atlet muda yang berusia 15-17 tahun ini diproyeksikan untuk tampil di ajang multievent dua tahunan itu.
”Di kejurprov ini kami memaksimalkan atlet-atlet yang diproyeksikan tampil di porprov,” tandasnya.
Organisasi kick boxing di Kota Mojokerto memang belum sebulan terbentuk. Namun, jauh sebelum itu, atlet-atletnya sudah ada.
Mereka tergabung dalam sejumlah klub dan tampil di berbagai kejuaraan dengan bergabung ke daerah tetangga.
Dari tujuh atlet yang kini tersedia, hanya dua di antaranya yang murni menemuki kick boxing.
Sedangkan, lima lainnya berasal dari cabor pencak silat. Namun demikian, adaptasi dan materi latihan tak seberapa menjadi kendala karena terdapat kemiripan teknik maupun gelaran.
Sementara itu, Ketua KONI Kota Mojokerto Santoso Bekti Wibowo berharap, dengan disiplin latihan, kontingen kick boxing akan mampu mempersembahkan prestasi.
Untuk menunjang latihan, dirinya menjanjikan dukungan sarana dan prasarana yang dibutuhkan.
”Sarpras apa saja yang kurang nanti bisa ditambah,” ucapnya saat menghadiri latihan. (adi/ron)
Editor : Fendy Hermansyah