Pengurus cabor kini tengah berupaya berkomunikasi dengan pihak SMKN 1 Trowulan sebagai opsi baru.
Atlet cabor gulat tak memiliki tempat latihan semenjak gelaran Porprov VIII Jatim/2023 tuntas September lalu. Pasalnya, sekitar 20 pegulat harus angkat kaki dari SMPN 2 Trowulan yang bertahun-tahun sudah menjadi markas latihan.
’’Sampai sekarang belum ada tempat latihan baru,’’ kata Ketua Pengkab Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Mojokerto Agus Setiawan.
Agus menyebut, pihaknya kini tengah menjalin komunikasi dengan SMKN 1 Trowulan. Sekolah tersebut menjadi opsi tempat latihan baru.
’’Saya sudah koordinasi dengan guru di SMKN 1 Trowulan, tapi masih mau disampaikan ke kepseknya,’’ imbuh Agus.
Terusirnya gulat dari markas awal, katanya, seiring dengan dicoretnya olahraga itu dari daftar ekstrakurikuler sekolah.
Pihak sekolah, menurut Agus, beralasan tidak memiliki guru pendamping yang bisa bertanggung jawab secara kedinasan terkait kegiatan gulat.
Kondisi tersebut praktis memaksa para atlet tak memiliki agenda latihan. Hal itu berlangsung setidaknya sudah sebulan terakhir semenjak porprov.
Sekadar diketahui, di porprov September lalu, gulat menjadi salah satu cabor pendulang medali bagi kontingen Kabupaten Mojokerto.
Anak binaan Agus berhasil menyumbang 2 medali emas, 1 perak, dan 2 perunggu. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah