Pelatih tim putri sepak takraw Kota Mojokerto Diyah Purwaningsih mengatakan, kompetisi takraw tingkat SD dan SMP tersebut rencananya akan digelar pada 14-18 November mendatang.
Ajang tersebut menjadi kesempatan Pengkot Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Mojokerto mencari atlet bertalenta.
”Kami sedang persiapan untuk lomba takraw antar-SD dan SMP, ini untuk mencari bibit atlet usia dini guna jangka panjang,” tandasnya.
Takraw menjadi salah satu ekstrakurikuler di mayoritas sekolah.
Diyah menyatakan, dalam kompetisi yang akan diikuti sekolah-sekolah di Kota Mojokerto itu, pihaknya akan memantau bibit baru pemain takraw berbakat.
Hal ini sebagai bentuk pembinaan jangka panjang agar cabor takraw di kota mampu mendulang prestasi.
Pada ajang Porprov VIII Jatim/2023 bulan lalu, cabor takraw Kota Mojokerto tampil kurang memuaskan. Bermain sebagai tuan rumah, kontingen kota nihil perolehan medali.
Para atlet tersebut kini telah kembali ke masing-masing sekolah maupun tempat kuliah. ”Kami belum ada agenda latihan, karena provinsi pun belum ada kegiatan,” ujar Diyah.
Pada ajang multi event dua tahunan itu, kontingen kota menurunkan 7 atlet putri dan 7 atlet putra.
Satu dari 7 atlet putri itu, kata Diyah, kini tengah mengikuti pemusatan latihan untuk menghadapi Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) bulan depan.
”Ada satu atlet yang sudah kuliah dan sekarang persiapan Pomnas, kalau lainnya masih duduk di bangku SMA,” jelasnya. (adi/ron)
Editor : Fendy Hermansyah