KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Skuad biliar Kota Mojokerto tak ingin melewatkan masa pemusatan latihan porprov yang tersisa dua bulan lagi. Sebelum berlaga sebagai tuan rumah, skill para pebiliar andalan diukur lewat ajang kejurda.
Setidaknya, Nurma Ulifatul Umroh dkk mampu memborong tujuh medali sebagai modal awal menatap gelaran multievent bergengsi itu.
Di ajang kejurda yang berlangsung sejak 3-6 Juli lalu itu, Pengkot POBSI memboyong enam pebiliar terbaik dari 14 atlet yang ada ke Kabupaten Sumenep. Selama empat hari berlaga di pulau garam, sebanyak 3 medali perak dan 4 perunggu berhasil dibawa pulang ke Kota Onde-Onde.
”Kejurda ini sebagai pemanasan mereka sebelum turun di porprov nanti. Walaupun belum dapat emas, permainan mereka sudah cukup baik,” ujar Ketua Pengkot POBSI Mojokerto Bagus Majoki.
Di ajang besutan Pengprov POBSI Jatim itu, enam pebiliar Kota Onde-Onde beradu ketajaman di sejumlah nomor dan kategori. Mulai dari nomor double bola 9 putra dan putri, single bola 10, hingga nomor double mix bola 8.
”Dari 14 atlet untuk porprov kita turunkan enam atlet terbaik. Karena selain secara usia, kemampuan mereka juga sudah matang,” terang Bejo, sapaan akrabnya.
Diakuinya, sebelum melawat ke pulau garam, Pengkot POBSI tak memasang target medali apapun. Lantaran kejurda ini sebagai ajang berlatih para pebiliar.
”Jadi kejurda ini buat latihan anak-anak. Kami para pelatih sengaja tidak terlalu mengintervensi segala persiapan mereka. Supaya mereka bisa mengimprovisasi kemampuan masing-masing dan kita lihat sampai sejauh mana,” bebernya.
Menurutnya, ada sejumlah catatan bagi para pebiliar sebagai bahan evaluasi. Pebiliar putri yang hanya mengandalkan ketajaman tembakan dinilai kurang soal tembakan defensif.
”Untuk atlet putra, penerapan strateginya juga kurang. Mereka tampil cenderung terlalu fight,” tambah Bejo.
Pihaknya optimistis mampu menambal kekurangan tersebut dalam kurun dua bulan ini. Terlebih, selama bertandang ke Sumenep, tim pelatih telah mengintip kekuatan tim daerah unggulan yang akan berlaga di porprov.
”Dua bulan ini masih bisa untuk kita evaluasi. Nanti kita rutin ukur dengan ikut turnamen terbuka,” tukasnya. (vad/ron)
Editor : Fendy Hermansyah