Skuad biliar Bumi Majapahit justru memilih fokus melakoni training center dengan serangkaian laga tryout untuk menambah jam terbang atlet.
”Untuk kejurda kali ini kita absen dulu. Supaya anak-anak tetap bisa menambah pengalaman bertanding, kita akan rutin melakukan tryout,” ungkap Ketua KONI Kabupaten Mojokerto Suher Didieanto.
Menurutnya, absennya tim biliar Bumi Majapahit karena banyak faktor. Namun, Suher memastikan, ketujuh pebiliar andalan tetap menjalani training center sesuai program latihan yang telah dirancang sebelumnya. Di mana, dua bulan menjelang porprov ini tim pelatih tengah fokus menambah jam terbang pebiliar.
”Dua bulan kita akan rutin lakukan tryout dengan daerah unggulan Jatim setiap pekannya. Tentunya agar anak-anak bisa mengukur kekuatan kita sendiri dan lawan sebelum turun di porprov,” sebutnya.
Dalam waktu dekat, pihaknya bakal bergiliran bertandang ke masing-masing home base dengan tim biliar Kota Batu, Pasuruan, Malang, maupun Surabaya. Tak hanya itu, dalam sesi latihan yang digeber lima kali dalam sepekan di markas Bendo Sport itu, tim biliar Bumi Majapahit bakal melakoni latih tanding dengan pebiliar senior lokal.
”Di sela-sela tryout dengan tim daerah itu kita juga undang pebiliar senior lokal untuk latihan bersama dengan anak-anak. Supaya kemampuan bertandingnya terus terasah,” ujar Suher.
Tujuannya, agar para pebiliar bisa berlaga di porprov dengan maksimal di nomor dan kategori andalan. Mulai dari bola 9 single dan double putra/putri, bola 10 single dan double putra/putri, dan double mix.
Untuk mencuri medali saat berlaga di Mojo Indah Plaza, Kota Mojokerto September nanti. (vad/ron)
Editor : Fendy Hermansyah