KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Technical handbook (THB) lomba dayung dalam gelaran Porprov VIII, tak kunjung turun. Padahal, pedoman ini sebagai landasan Pengkot Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kota Mojokerto untuk menyusun strategi secara menyeluruh di ajang multievent tersebut.
”Untuk THB cabor dayung masih belum keluar, sampai sekarang provinsi masih belum kasih kejelasan,” sebut Ketua bidang pembinaan prestasi (Binpres) Pengkot PODSI Mojokerto Fatkhur Rozi. THB merupakan buku pedoman yang disusun sebagai panduan dalam menjalankan peraturan umum dan peraturan pertandingan cabang olahraga. Dari situ, di antaranya menjelaskan nomor dan kelas apa saja yang dipertandingkan dari olahraga dayung di porprov September mendatang.
Dengan begitu, tim pelatih bisa menentukan strategi untuk menerjunkan pedayung terbaik di sejumlah nomor dan kelas yang berpeluang besar meraih medali. ”Kalau THB masih belum terbit seperti ini ya kita masih meraba-raba, belum maksimal,” ujar pria yang juga sebagai Ketua Borca Club Dayung Kota Mojokerto ini.
Meski begitu, Pengkot PODSI sudah mempersiapkan pedayung terbaik Kota Onde-Onde untuk pemusatan latihan sejak akhir tahun lalu. Sebanyak 20 atlet dayung sudah disiapkan matang-matang untuk bertarung mencetak prestasi di Kalimati Long Storage September mendatang. Mereka telah siapkan untuk berlaga di sejumlah nomor dan kelas. Mulai dari rowing, kano, kayak, traditional boat race (TBR), hingga stand-up paddle (SUP). ”Melihat persiapan sejauh ini, kami optimistis dari lima nomor tersebut potensi medali semua. Seperti kayak dan SUP ini juga potensi medali emas,” bebernya.
Terlebih, KONI Kota Mojokerto berharap banyak pada skuad olahraga air satu ini untuk bisa mendulang delapan medali di edisi porprov kali ini. Hal itu bukan isapan jempol belaka. Sejauh ini para pedayung digembleng dengan latihan intensitas tinggi enam kali dalam sepekan untuk menggenjot skill dayungan dan fisik mereka. Yang nantinya bakal terus ditingkatkan setelah tim pelatih meramu strategi jitu di ajang bergengsi tersebut.
”Nanti setelah THB keluar latihannya bisa kita tingkatkan lagi. Setiap hari kita ambil pagi dan sorenya juga,” terang Rozi. Pematangan tim porprov tersebut sekaligus mengantisipasi dominasi tim dayung Surabaya di kancah Jawa Timur. Yang bisa menjegal langkah skuad dayung Kota Onde-Onde untuk mendulang medali sebanyak mungkin. (vad/ron)
Editor : Fendy Hermansyah