KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Di tengah padatnya agenda training center (TC) persiapan Porprov VIII Jatim September nanti, utak-atik venue cabor masih berlangsung. Teranyar, Kabupaten Mojokerto didapuk sebagai salah satu tuan rumah pendamping Sidoarjo untuk menggelar pertandingan sepak bola.
Hal ini menjadi angin segar bagi skuad Bumi Majapahit lantaran secara regulasi tuan rumah otomatis lolos ke babak utama tanpa mengikuti prakualifikasi. Stadion Gelora Gajah Mada Mojosari ditunjuk KONI Jawa Timur sebagai salah satu venue gelaran sepak bola sejak sekitar sepekan lalu. Nantinya, Kabupaten Mojokerto ditempati selama babak penyisihan berlangsung. ”Sudah diputuskan oleh KONI Jatim dan dikoordinasikan dengan kami dan pemda. Untuk SK-nya masih belum terbit, tapi sudah diputuskan secara lisan,” ungkap Ketua Umum KONI Kabupaten Mojokerto Suher Didieanto.
Menurutnya, tanggung jawab tersebut tidak berlaku bagi dua daerah tuan rumah lainnya. Ada sejumlah faktor ditunjuknya Kabupaten Mojokerto sebagai tuan rumah pendamping. Salah satunya, karena lokasi yang venue yang berdekatan dengan Sidoarjo. ”Kemungkinan kita (menjadi tuan rumah) 95 persen. Kabarnya Jombang juga tapi masih belum pasti,” jelasnya. Lebih lanjut, utak-atik venue yang dilakukan KONI Jatim ini bukan tanpa alasan. Hal ini sebagai salah satu upaya efisiensi waktu gelaran karena keterbatasan venue stadion sepak bola.
”Untuk mempersingkat atau efisien waktu, karana sepak bola ini melewati banyak pertandingan. Apalagi Sidoarjo cuma ada dua stadion, Gelora Delta dan Jenggolo, itupun untuk sepak bola pria dan wanita. Di Kabupaten Mojokerto hanya babak penyisihan (fase grup 16 besar) saja, selebihnya dilaksanakan di Sidoarjo,” beber Bos Bendo Sport ini. Pihaknya tak menampik jika penunjukan tuan rumah ini membawa angin segar bagi tim sepak bola.
Pasalnya, sesuai regulasi, skuad asuhan Teddy Arif Prianto otomatis melenggang ke babak utama tanpa melalui babak kualifikasi. Dengan begitu, tim sepak bola berpeluang besar mengamankan medali di partai puncak nanti. ”Sesuai regulasi ya begitu. Tuan rumah penyelenggara otomatis lolos tanpa babak kualifikasi,” tandas Suher.
Terpisah, Kadisbudporapar Kabupaten Mojokerto Norman Handhito menuturkan, Stadion Gelora Gajah Mada Mojosari dipastikan siap untuk penyelenggaraan babak penyisihan sekitar September mendatang. Proyek pemeliharaan stadion yang menelan anggaran Rp 1,7 miliar untuk pemeliharaan bangunan stadion, pemasangan lampu serta genset pun kini telah masuk tahap lelang. ”Pengerjaan kita deadline selesai awal Agustus. Saat ini sudah ada pemenang lelang, jika tidak ada sanggah maka segera bisa proses SPK dan dikerjakan,” terangnya. (vad/ron)
Editor : Fendy Hermansyah