Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tim Futsal Kota Mojokerto Buru Jam Terbang

Fendy Hermansyah • Senin, 27 Februari 2023 | 19:20 WIB
DIGEMBLENG: Pelatih kepala tim futsal Kota Mojokerto Agus Himawan memberi instruksi dalam sesi latihan di GOR dan Seni Mojopahit Kota Mojokerto. (Martda Vadetya/JPRM)
DIGEMBLENG: Pelatih kepala tim futsal Kota Mojokerto Agus Himawan memberi instruksi dalam sesi latihan di GOR dan Seni Mojopahit Kota Mojokerto. (Martda Vadetya/JPRM)
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tim futsal Kota Mojokerto mengandalkan banyak pemain muda berstatus pelajar di ajang Porprov VIII Jatim nanti. Selain menggenjot aspek teknik, tim pelatih tengah fokus menambah jam terbang pemain dengan mengikutsertakan mereka dalam kompetisi di sejumlah daerah. Minimnya gelaran turnamen dan liga futsal di Kota Onde-Onde menjadi kendala tersendiri untuk mematangkan tim.

Mengacu regulasi yang ditelurkan Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Jatim Nomor: 007-23/AFP-JATIM/I/2023, usia pemain futsal putra di gelaran Porprov Jatim ke VIII nanti tidak lebih dari 18 tahun. Bahkan, dari 25 pemain futsal Kota Mojokerto yang ada sementara ini, di antaranya berusia kurang 17 dan 16 tahun. Praktis, mereka semua masih berstatus sebagai pelajar.

Melihat kondisi pemain yang ada saat ini, tim pelatih berupaya keras menggenjot menit bermain anak asuhnya. Yakni dengan mengikuti kompetisi maupun turnamen di daerah. ”Melihat kemampuan mereka saat ini, kami rasa jam terbang mereka masih minim,” ungkap head coach tim futsal Kota Mojokerto Agus Himawan.

Menurutnya, ada sejumlah faktor yang membuat anak asuhnya minim menit bermain. Status mereka sebagai pelajar, salah satunya. Sebab, kata Agus, intensitas latihan maupun pertandingan di lingkup sekolah relatif terbatas. Ditambah, minimnya gelaran kompetisi dan liga futsal di Kota Onde-Onde membuat para pemain muda kesulitan menambah jam terbang.

”Turnamen lokal di sini intensitasnya jarang. Jadi, salah satu fokus kami adalah meningkatkan jam terbang mereka. Kami usahakan mereka ikut kompetisi di luar daerah,” beber mantan pelatih Bintang Timur Surabaya U-20 itu. Pasalnya, tingginya menit bermain dalam kompetisi akan segaris dengan bertambahnya pengalaman mereka dalam bertanding. Sebab, jam terbang tak lain soal mengasah skill masing-masing pemain berikut menguji mentalitas mereka saat menghadapi lawan di sebuah turnamen.

”Karena dengan jam terbang tinggi, pengalaman pemain akan meningkat. Termasuk mental mereka juga saat berhadapan dengan lawan,” tandas mantan asisten pelatih tim futsal Jatim PON XX/2021 Papua itu.

Tim pelatih berupaya keras untuk bisa membawa tim futsal Kota Mojokerto mengasah kemampuan dalam kompetisi tingkat Jawa Timur. Terutama melawan kota-kota besar seperti Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan maupun Malang, yang memiliki kekuatan dominan di kancah futsal Jatim.

Sejauh ini, sejumlah tryout telah dilalui anak asuh Agus Himawan. Berikut trofeo antara Kabupaten Pasuruan, Sidoarjo, dan Kota Mojokerto yang dimenangi beberapa waktu lalu. Di pengujung Februari ini, tim futsal Kota Onde-Onde mengasah kemampuan dalam turnamen lokal di Sidoarjo. (vad/ron)


Editor : Fendy Hermansyah
#futsal #tol mojokerto #kabupaten mojokerto #Majapahit #mojokerto kota #kota onde-onde #pacet mojokerto #trawas #pacet #porprov #kerajaan majapahit #wisata mojokerto #kuliner mojokerto #Kota Mojokerto #mojokerto #soekarno #trowulan #onde-onde #tim