Dua nomor tersebut adalah lompat jauh dan lari gawang. Dua sprinter putri mampu finis yang pertama saat turun di ajang tahunan tersebut. Meski terhitung sprinter baru, namun keduanya mampu memberikan performa terbaik dalam persaingan di level Jawa Timur. ’’Sementara dua nomor itu memang yang paling favorit juara. Sejak awal kami sudah memberikan prioritas berdasarkan kualitas skill yang ditampilkan kedua atlet,’’ ujar wakil Sekretaris Pengkab PASI Mojokerto, Bambang Risdianto kemarin.
Meski begitu, Bambang tak melupakan nomor dan kelas lain yang belum mampu meraih medali di Kejurda. Hanya saja, mereka masih perlu di drill lebih keras lagi agar bisa bersaing di papan atas perebutan medali. Program latihan khusus masih akan diberikan agar performa mereka semakin meningkat. Sehingga potensi medali di Porprov nanti semakin tinggi dan dapat tercapai demi kebanggaan dan nama baik Kabupaten Mojokerto di level Jatim.
’’Masih ada nomor lari jarak pendek dan estafet yang juga akan kami turunkan di Porprov. Namun masih harus kami tingkatkan lagi performanya agar capaian waktu dan jaraknya bisa di bersaing di tingkat atas,’’ tambahnya.
Di kejurda beberapa waktu lalu, Pengkab PASI menurunkan 13 sprinter yang terbagi dalam 7 nomor dan kelas baik putra maupun putri. Mulai dari lari jarak pendek 100 meter, 200 meter, 400 meter, 400 meter lari gawang, 110 lari gawang, lompat jauh, lari estafet 4 x 100 meter.
Saat ini, Pengkab PASI tengah konsentrasi latihan dengan menambah menu dan porsi tambahan selama TC tiga bulan ke depan. Tambahan ini untuk mengejar performa agar potensi medali juga ikut bertambah.’’Setelah Kejurda ini akan ukur dan di-drill lagi kemampuannya sesuai dengan nomor dan kelas yang diikuti. Nanti penentuan medali juga akan dikoordinasikan bersama tim monitoring dan evaluasi (monev) KONI,’’ pungkasnya. (far/ron)
Editor : Fendy Hermansyah