Dengan uji coba seperti itu, mental tanding Feriansyah dkk justru dianggap semakin terasah. Sehingga tinggal menata lebih baik agar stabil saat tampil di kompetisi resmi akhir September nanti. Ya, melawan Laskar Majapahit, Skuad Badai Biru terlihat cukup tertekan dalam memainkan bola. Khususnya di babak pertama yang sudah tertinggal dua gol dari tim tamu.
Kehadiran dan gemuruh suporter tim tamu yang datang menyaksikan dinilai mempengaruhi psikologis anak asuh Mahfudin Budi Santoso ini. Mereka seolah tidak bisa bermain lepas meski bermain di kandang sendiri. ’’Tidak ada masalah, sejatinya hasil ini hanya untuk melihat mental tanding pemain kami. Kami akui, mental anak-anak goyah karena belum pernah bermain dengan atmosfer suporter dan penonton yang begitu banyak,’’ terang Coach Budi kemarin.
Mental yang ngedrop tersebut diakui Budi tak lepas dari umur pemain yang masih sangat muda. Di mana, sebagian besar penggawa yang terpilih masih 18 tahun, sehingga pengalaman bermainnya di kompetisi resmi sangat minim. Dengan uji coba melawan tim selevel, diakui Budi bisa membantunya dalam mengevaluasi kinerja pemain. Sehingga bisa langsung dibenahi di sisa waktu kurang dari tiga pekan persiapan jelang kickoff Liga 3 dibunyikan wasit.
’’Evaluasinya tetap pada penataan mental agar penerapan strategi bermain bisa lebih efektif lagi. Termasuk juga fisik yang perlu ditingkatkan lagi guna mendukung pondasi permainan agar lebih kokoh lagi,’’ tambahnya. Kekuatan Persem sendiri saat ini diakui Budi masih sangat kurang. Di mana, hanya ada 15 pemain resmi dan 5 pemain trial yang aktif menjalani latihan rutin. Jumlah tersebut masih sangat minim dalam mendukung proses persiapan.
Sehingga butuh tambahan pemain baru lagi agar latihan berjalan efektif dan performa tim semakin padu. ’’Kemarin masih ada beberapa pemain yang keluar masuk. Kami coba untuk tambah lebih banyak pemain trial lagi agar kekuatan tim bisa merata,’’ tandasnya. Laga sarat gengsi kemarin disaksikan ribuan penonton dari kedua tim. 45 menit berjalan, Laskar Majapahit mampu unggul lebih dulu dengan dua gol.
Gol pertama diciptakan lewat sundulan Kirom di menit 20 yang mampu memanfaatkan bola lambung hasil free kick. Heading terarahnya tak mampu ditepis kiper Persem, Diki. Sementara gol kedua disumbangkan Mamat lewat sontekan bebas indahnya di menit 36. Pemain bernomor punggung 19 ini mampu menempatkan bola tepat di pojok tiang sebelah kiri gawang Persem.
Skuad Badai Biru sempat menekan di 15 menit akhir jelang turun minum. Beberapa kali peluang tercipta dari striker andalannya, Feriansyah, namun gagal dikonversi menjadi gol. Pun demikian di babak kedua, Persem masih sulit keluar dari tekanan lawan. Bahkan, Persem semakin ketinggalan usai mantan penggawanya di era musim 2018 lalu, David Aprilianto mampu mencetak gol lewat sepakan keras dari luar kotak pinalti.
Persem sempat mendominasi di 20 menit akhir jelang pertandingan berakhir. Lagi-lagi, lemahnya finishing touch menjadi materi utama evaluasi tim di sisa waktu persiapan tiga pekan kedepan. (far/ron)
Editor : Fendy Hermansyah