Ajang ini menjadi event internasional pertama yang dihadapi Pengkab Percasi selama mereka eksis membina atlet asal bumi majapahit. Untuk menyiapkan performa Zahro agar lebih siap, Pengkab Percasi telah menyusun program Training Center (TC) khusus. Yakni dengan mewajibkan latihan setiap hari dengan durasi 5 sampai 6 jam.
Tak hanya itu, untuk lebih mematangkan performanya, pengkab percasi juga mendatangkan pelatih privat setiap akhir pekan. Yakni Budiharjo, yang juga pelatih tim Puslatda Jatim. Pecatur usia 7 tahun ini akan digembleng selama dua bulan ke depan atau hingga jelang keberangkatannya ke Malaysia.
’’Setiap hari bisa 5 sampai 6 jam latihan online. Di samping itu tiga kali seminggu juga mendatangkan pelatih khusus untuk mematangkan teori opening dan permainan akhir,’’ ujar Ketua Umum Pengkab Percasi Mojokerto, Winarno kemarin.
Zahro sendiri terpilih sebagai salah satu wakil Indonesia di ajang resmi tahunan tersebut. Terpilihnya Zahro tak lepas dari prestasinya di akhir tahun lalu yang mampu merebut juara pertama kelas G putri di Kejurnas catur V di Belitung, Provinsi Bangka Belitung.
Saat itu, putri kelahiran 4 Januari 2015 ini mampu tampil dominan dengan lima kali menang berturut-turut melawan pecatur Jabar, DKI Jakarta, Bali, Jateng, dan Bangka Belitung. Nah, pasca meraih medali emas, Zahro dipilih PB Percasi untuk turun di ajang internasional catur kelompok umur mewakili Indonesia.
Selama di sana, Zahro bakal dihadapkan dengan para pesaing dari 25 negara. Dari situ, Zahro pun dituntut mampu menampilkan performa terbaik demi bisa merebut titel juara di ajang prestis tersebut. Dengan begitu, jalan Zahro menuju predikat grand master catur semakin terbuka.
’’Yang berhak ikut adalah para juara-juara nasional di negaranya dengan rekom dari induk organisasi caturnya masing-masing. Artinya, secara kualitas, Zahro juga sudah level internasional jika mampu bersaing,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Fendy Hermansyah