Seperti kakak beradik Raffito Naufal Putra Didieanto-Kintania Asmarani Putri Didieanto yang menurunkan bakat dari Suher Didieanto dan Ike Damayanti. Bahkan keduanya mampu mengukir prestasi dengan meraih medali Porprov VII. Naufal meraih perunggu dari cabor woodball beregu.
Sementara Kintan meraih medali perak dari cabor biliar putri. Meski baru beberapa bulan menekuni kedua cabor, kakak beradik ini mampu membuktikan dirinya pantas bersaing di papan atas level provinsi.
’’Saya baru sembilan bulan ikut di woodball. Kalau adik malah baru empat bulan menjadi atlet biliar,’’ ujar Naufal. Semula, Naufal dan Kintan memang tidak tertarik menekuni woodball dan biliar. Mereka justru lebih condong ke dunia voli sebagai cabor yang digeluti kedua orang tuanya sejak muda. Apalagi, keluarga mereka adalah pemilik sekaligus pendiri klub voli Mojokerto, Bendo Sport.
Yang pastinya sejak kecil sudah dikenalkan dengan pantulan bola hasil spike dan service itu. Akan tetapi, persaingan sengit di volis membuat mereka banting setir dengan mencari cabor lain yang berpeluang menyumbang prestasi. Hingga pilihan jatuh pada woodball dan biliar yang baru berkembang di Kabupaten Mojokerto setahun terakhir. Akan tetapi, keseriusan mereka dalam berlatih tak sia-sia.
Meski cara bermain antara woodball-biliar dengan voli jauh berbeda, namun mereka mampu menyesuaikan diri. Hingga akhirnya mampu merebut medali di ajang olahraga multievent level provinsi pekan kemarin. ’’Yang penting terus berusaha dan tidak mengenal lelah. Soal hasil, itu adalah bonus dan tidak dijadikan sebagai kepuasan tertinggi. Karena masih ada banyak tantangan kedepan,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Fendy Hermansyah