Khususnya medali emas yang kembali digenggam usai luput di gelaran Porprov VI 2019 lalu. Bahkan, potensi sumbangan emas diklaim masih terbuka lebar hingga berakhirnya Porprov VII, 3 Juli nanti. Khususnya di kategori putra baik nomor ganda maupun tunggal yang akan menurunkan dua pebiliar andalannya, yakni I Gede Arya dan M. Taufik. Keduanya diprediksi siap merebut emas di bola 8, bola 9, dan bola 10.
’’Kami mengembalikan lagi tren raihan medali emas setelah di Porprov tahun 2019 nihil. Kami ingin mengulangi kesuksesan seperti di Porprov tahun 2013,’’ ujar Ketua Umum Pengkot POBSI Mojokerto, Bagus Majoki kemarin. Bagus juga menegaskan, raihan emas Nurma mencatatkan sektor putri sebagai andalan baru dalam perebutan prestasi tertinggi bgi Kota Mojokerto. Sehingga ke depan, eksistensi biliar putri bisa diakui.
’’Kami akan maksimalkan baik di sektor putra maupun putri. Karena kami sadar, potensi medali tertinggi masih sangat besar untuk diraih,’’ tegasnya. Selain emas, Nurma juga berkontribusi merebut medali perunggu bagi kontingen Kota Onde-Onde saat turun di ganda putri bola 8. Ditandemkan dengan Shinta Pratidina, kedua pebiliar harus mengakui keunggulan lawan saat bertarung di semifinal, sehingga harus puas di peringkat tiga.
’’Kami optimis akan meraih beberapa medali emas lagi. Kami masih menunggu drawing di sektor putra,’’ tegasnya. Dengan raihan ini, total Kota Mojokerto berhasil mengumpulkan dua emas, dua perak dan empat perunggu. Dan bertenggger di urutan 23 klasemen sementara perolehan medali porprov dengan 16 poin. Emas disumbangkan biliar dan wushu, sementara perak disumbangkan cabor judo dan gulat.
Sedangkan perunggu masing-masing disumbangkan cabor dan esport, petanque, biliar, serta judo. Hingga hari ketiga pasca pembukaan, sejumlah atlet dari 23 cabor yang diberangkatkan terus berjuang merebut medali. Termasuk cabor-cabor andalan seperti angkat berat, bola tangan, dan wushu yang masih terus dipertandingkan hingga jelang penutupan, 3 Juli nanti. (far/ron)
Editor : Fendy Hermansyah