SALAH satu masjid di Desa Pekukuhan, Kecamatan Mojosari, ini punya banyak keunikan. Terutama pada bagian ruang bawah tanah yang luasnya mencapai 2.500 meter persegi. Masjid milik Ponpes Sambung Sari Noto Prodjo Modjopahit Bangkit Nusantara Djaja ini dibangun bertahap pada tahun 1994.
Bagian pertama yang didirikan yakni ruang bawah tanah seluas 50 x 50 meter persegi. Ruang tersebut meliputi enam musala hingga lorong sepanjang 400 meter. Ruang beralaskan tanah ini hanya digunakan untuk meditasi dan tidak setiap hari digunakan.
Tempat ibadah umat muslim satu ini didirikan terinspirasi dari kerukunan kalangan NU dan kasih sayang Allah SWT. Keunikan lainnya, masjid ini tidak punya serambi. Pintu masuk berupa bangunan seperti gapura dengan tampak bagian depan masjid dan dua menara. Akses masuk masjid berupa lorong rendah, sehingga pengunjung yang hendak masuk harus menunduk.
Bagian depan masjid dipenuhi beragam ornamen relief. Mulai dari tulisan lafal Allah, aksara arab, hingga nama masjid dan ponpes, serta memiliki ornamen karekter wayang. Selain itu, masjid satu ini memiliki banyak pilar hampir di penjuru sudut ruangan. Selama Ramadan, masjid unik ini menjadi pusat aktivitas keagamaan. Baik salat lima waktu, tarawih, hingga tadarus. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah