KOTA - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili pada 17 Februari mendatang, berbagai persiapan mulai dilakukan umat Tionghoa di Kota Mojokerto. Salah satu tradisi sakral yang dilakukan adalah ritual memandikan patung dewa atau penyucian rupang di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hok Sian Kiong, kemarin (11/2).
Di antaranya menyentuh patung Mak Co, tak lain patung dewa yang disakralkan di kelenteng yang dibangun pada tahun 1823 masehi tersebut.
Ketua Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 Eko Gunawan mengatakan, prosesi penyucian rupang ini bukan hanya sekedar pembersihan fisik, namun juga menjadi simbol penyucian diri bagi umat untuk menyongsong keberuntungan di tahun Kuda Api. Karenanya, lanjut dia, kesibukan mulai terlihat sejak pagi yang diawali dengan persembahyangan di kelenteng.
”Persembahyangan dilakukan lebih awal sebagai prosesi izin dan saat para dewa sedang naik ke kayangan. Kami bersihkan semua kotoran dan debu agar saat Imlek nanti, suasana kelenteng bersih dan umat bisa beribadah dengan lebih khusyuk,” kata Eko, kemarin.
Dia menuturkan, prosesi memandikan patung dan membersihkan tempat ibadah ini merupakan momen yang dinanti umat Tionghoa dan Tridharma sebelum perayaan Tahun Baru Imlek. ”Karena di momen inilah sekaligus menjadi ajang silaturahmi satu dan lain, baik generasi tua maupun muda. Mereka saling sapa dan kerja bakti bersama,” imbuhnya.
Dia menambahkan, tahun ini tidak ada perayaan atau kirab budaya seperti tahun-tahun sebelumnya. Pengurus TITD Hok Sian Kiong sebatas menggelar persembahyangan pada Senin (16/2) malam hingga memasuki Tahun Baru Imlek, Selasa (17/2) dini hari.
”Kebetulan Imlek tahun ini berdekatan dengan datangnya bulan suci Ramadan, kita orang hidup di Mojokerto ini beragam dan tentu kita saling menghormati untuk harmoni,” ungkapnya. Umat Tionghoa berharap, di tahun shio Kuda Api ini akan membawa semangat dan energi positif bagi rakyat dan bangsa Indonesia. (fan/ris)
Editor : Fendy Hermansyah