Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Di Balik Rok Raksasa, Sejarah Busana Pannier Bangsawan Prancis

Imron Arlado • Selasa, 9 September 2025 | 04:56 WIB

 

Setiap peradaban bangsawan di dunia pasti memiliki ciri khas busana yang mencerminkan gaya hidup hingga tingkat kejayaan yang berbeda-beda. Sumber foto: Google
Setiap peradaban bangsawan di dunia pasti memiliki ciri khas busana yang mencerminkan gaya hidup hingga tingkat kejayaan yang berbeda-beda. Sumber foto: Google

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Setiap peradaban bangsawan di dunia pasti memiliki ciri khas busana masing-masing yang mencerminkan gaya hidup hingga tingkat kejayaan yang berbeda-beda.

Salah satu busana bangsawan yang paling mencolok dari abad ke-18 adalah busana bangsawan milik Prancis. Bahkan, busana tersebut menjadi simbol fashion pada masanya.

Busana bangsawan Prancis ini memiliki keunikan bentuk yang melebar ke samping kanan dan kiri di bagian bawah atau rok busana.

Bentuknya yang membuat area pinggul hingga rok tampak sangat lebar ke kanan dan kiri membuat seseorang yang memakainya tampak seperti sedang berjalan di atas panggung atau berdiri di atas semacam bingkai.

 

Baca Juga: SBY: Demonstrasi Berhari-hari jadi Alarm untuk Menghidupkan Dialog dan Kebersamaan

 

Konsep busana ini bukan sekedar soal penampilan, tetapi juga berfungsi sebagai bahasa sosial.

Seseorang yang mampu menggunakan busana bangsawan dengan ukuran besar biasanya adalah orang yang memiliki kekayaan, kekuasaan, pengaruh, dan akses ke dalam istana.

Busana tersebut kerap kali disebut sebagai Pannier oleh masyarakat Prancis hingga masyarakat seluruh dunia.

Konsep busana seperti pannier telah berkembang di Eropa sejak akhir abad ke-17 karena pengaruh busana Spanyol yang bernama Guarda Infante. Kemudian busana ini diadaptasi oleh Prancis pada awal abad ke-18.

 

Baca Juga: Gara-Gara Pintu Kos Dikunci, Alvi Gelap Mata Mutilasi Kekasih, Polisi Beber Kronologi Kasus Penemuan Potongan Tubuh di Jurang Pacet Mojokerto

Yang menjadi pusat mode pada masa itu adalah Istana Versailles. Istana ini menjadi pusat mode yang digemari oleh kalangan atas seperti ratu, raja, dan keluarga bangsawan lainnya.

Pada periode tersebut, sekitar tahun 1710-1777, busana Pannier menjadi ciri khas era Rococo, yakni era estetika yang menekankan ornamen, keluwesan dekoratif, dan tampilan yang "lebih banyak makan akan jauh lebih baik".

Dari tampak depan dan juga belakang, rok relatif terlihat relatif pipih, yang paling menonjol adalah sisi kanan dan kiri busana yang melebar.

Busana ini juga memiliki ukuran yang bervariasi, setiap ukuran busana Pannier memiliki makna dan kegunaan yang berbeda-beda.

Ukuran busana yang kecil umumnya digunakan untuk kegiatan sehari-hari yang formal, sementara ukuran yang besar hingga ukuran yang ekstrim biasanya digunakan saat ada acara perayaan di istana seperti resepsi atau potret resmi.

 

Baca Juga: Kontroversi Besar di Pestapora 2025, Musisi Mundur karena Sponsor Freeport

 

Karena bentuk lebarnya yang menyamping, siluet busana ini bukan melingkar seperti beberapa rok di era lainnya, melainkan lebih terlihat seperti sayap atau papan datar di kedua sisi pinggul.

Sementara itu, bahan-bahan yang digunakan untuk membuat rangka busana Pannier agar kain tetap tertahan dan tetap melebar juga beragam sesuai kelas sosial dan tujuan pakai.

Contohnya seperti Baleen yang juga kerap kali disebut dengan whalebone yang berarti tulang paus dalam literatur lama.

Tulang paus yang digunakan untuk rangka gaun ini bukanlah bagian tulang yang keras, melainkan bagian lempeng keratin dari beberapa jenis paus.

Rangka gaun ini ada juga yang menggunakan rotan, reed, ataupun kayu tipis. Busana dengan bahan rotan ini lebih ringan, relatif murah, dan dipakai pada pannier versi sehari-hari.

 

Baca Juga: Krisis Industri Rokok: PHK Massal di Gudang Garam dan Dampaknya ke Rantai Sektor

Pannier dengan ukuran yang sangat besar biasanya menggunakan logam, kawat, atau loop besi agar bentuknya stabil dan konsisten.

Status sosial dan kekayaan seorang bangsawan akan tampak jelas melalui ukuran dan struktur busana Panniernya masing-masing karena biaya bahan dan pembuatan busana yang tinggi.

Selain itu, busana Pannier juga kerap kali dijadikan sebagai pameran diri di Prancis. Di istana, wanita bangsawan seakan menjadikan gaunnya sebagai pameran dan menjadi perhatian politik sekaligus sosial.

Tak berhenti di situ, gaun Pannier juga berperan menjadi pembatas sosial. Hal ini dikarenakan lebar rok yang menciptakan jarak fisik membuat interaksi menjadi lebih terkendali dan formal.

 

Baca Juga: Berbahaya!

 

Bahkan dengan pannier, gerak, menyapa, hingga posisi duduk telah diarahkan oleh busana itu sendiri.

Busana Pannier mungkin akan tampak sedikit aneh jika dilihat dari perspektif sekarang. Namun, pada zamannya Pannier dianggap sebagai alat komunikasi sosial yang kuat. Gaun itu menegaskan identitas, aturan, dan estetika istana.

Memahami makna di balik busana Pannier sama seperti memahami bahwa kegunaan pakaian bisa lebih dari penutup tubuh.

Ia adalah sistem yang menandakan refleksi nilai, kekuasaan, dan struktur masyarakat pada masanya.

FANEZA/Devi

 

Editor : Imron Arlado
#tulang paus #pakaian #rangka gaun #pannier #Bahan-bahan #konsep busana #Kegunaan #bangsawan prancis #istana versailles #ukuran yang bervariasi #sejarah #busana #keunikan bentuk #guarda infante #pusat mode