Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Telusuri Sebaran Struktur di Area Barat Situs Selokelir, Candi di Lereng Pawitra Kembali Diekskavasi

Martda Vadetya • Senin, 20 Mei 2024 | 15:10 WIB

 

DIGALI: Tim arkeolog BPK Wilayah XI Jatim melakukan ekskavasi lanjutan Situs Candi Selokelir di Desa Kedungudi, Kecamatan Trawas, Mojokerto, hingga 24 Mei mendatang.
DIGALI: Tim arkeolog BPK Wilayah XI Jatim melakukan ekskavasi lanjutan Situs Candi Selokelir di Desa Kedungudi, Kecamatan Trawas, Mojokerto, hingga 24 Mei mendatang.

 KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur menggulirkan ekskavasi lanjutan Situs Selokelir di Desa Kedungudi, Kecamatan Trawas, Mojokerto.

Area barat candi peninggalan era Majapahit jadi sasaran penggalian yang digelar selama 12 hari berturut-turut ini.

 ’’Untuk ekskavasi penyelamatan struktur candi tahap IV ini kami laksanakan mulai dari tanggal 13 sampai 24 Mei mendatang,’’ ujar Kepala BPK Wilayah XI Jawa Timur Endah Budi Heryani, Minggu (19/5).

Pihaknya mengatakan, sasaran tim arkeolog dalam penggalian kali ini yakni menelusuri sebaran stuktur yang ada di sisi barat salah satu candi di kawasan Gunung Penanggungan tersebut.

 Kini tim arkeolog telah menampakkan salah satu struktur bangunan kuno bercorak Hindu-Buddha tersebut. ’’Saat ini yang sudah ditampakkan struktur XII di halaman dua sisi barat.

Struktur ini menunjukkan denah persegi panjang sama seperti struktur III di sisi timur yang sudah ditampakkan pada ekskavasi sebelumnya,’’ ungkapnya.

 Selain itu, dalam ekskavasi lanjutan ini tim arkeolog mendapati sejumlah temuan lepas. Di antaranya, unsur atap bangunan seperti fragmen genting, bubungan hingga kemuncak bermotif.

Ini mengindikasikan jika sebelumnya pernah berdiri bangunan beratap di kompleks bangunan suci peninggalan Majapahit ini.

’’Selain itu juga ada temuan fragmen gerabah seperti pasu (jambangan) dan cerat kendi susu. Dan fragmen keramik seperti cepupu/cepuk, mangkuk hingga piring,’’ terang Ketua Tim Ekskavasi Situs Candi Selokelir M Ichwan, menambahkan.

 Selain menggali area barat candi, tim ekskavasi turut menata batu gunung yang ada area situs. Mengingat, Candi Selokelir berada di area tebing kawasan lereng Pawitra.

’’Ada sejumlah kumpulan batu di area sasaran ekskavasi yang juga kami pindahkan,’’ tandas Ichwan.

 Sebelumnya, rencana ekskavasi lanjutan pada situs di ketinggian 760 mdpl ini sempat tertunda. Sedianya BPK Wilayah XI Jawa Timur berencana melakukan ekskavasi lanjutan ini pada Maret lalu.

 Namun terpaksa ditunda karena tingginya potensi cuaca buruk yang dinilai bisa menghambat dan mengancam keselamatan tim arkeolog.

Pada ekskavasi sebelumnya, tim arkeolog mendapati sejumlah temuan penting dan menarik. Mulai dari batu andesit berelief wayang hingga struktur altar.

 Candi selokelir ditemukan Broekveldt, controller kebun kopi Belanda, pada 1904 silam pasca kebakaran besar melanda Gunung Penanggungan.

Dari situ terkuak banyak peninggalan cagar budaya era klasik yang tersembunyi di balik rimbunnya area hutan. Di antaranya, jalur kereta kuda dari susunan batu yang mengelilingi Pawitra. (vad/fen)

 

Editor : Hendra Junaedi
#kabupaten mojokerto majapahit #bangunan kuno #gunung penanggungan mojokerto #situs selokelir