Setelah lebaran seluruh umat muslim di sunnahkan menjalankan puasa Syawal, kemudian dilanjutkan dengan lebaran ketupat.
Lebaran ketupat ini sering dilakukan masyarakat Indonesia setelah satu minggu dari lebaran Idulfitri.
Lebaran ketupat adalah makanan yang dibuat dari beras yang dimasukkan ke dalam anyaman janur, kemudian direbus.
Biasanya disajikan bersama dengan opor ayam dan bermacam-macam makanan yang berkuah.
Di lansir dari beberapa sumber Lebaran Ketupat pertama kali dibawa oleh Sunan Kalijaga, yang merupakan salah satu tokoh di Walisongo.
Kupatan atau sering disebut kupat menjadi tradisi berawal dari penyebaran agama islam di pulau Jawa, yang dibawa oleh Sunan Kalijaga.
Menurut Sunan kalijaga tradisi ketupat dapat dijadikan sebagai salah satu bentuk budaya Jawa yang berhubungan nilai ke islaman.
Percampuran budaya Hindu dengan nilai keislaman ini terlihat dari makanan kupat adalah salah satu bagian dari budaya Hindu yang dijadikan sebagai tradisi khas ketika lebaran.
Sunan kalijaga awalnya memperkenalkan Bakda Lebaran dan Bakda Kupatan.
Bakda Lebaran yakni proses melakukan shalat Id yang mulai dilakukan pada 1 syawal.
Ini dilakukan dengan berkunjung (unjung) sehingga dapat menyambung silaturahmi kepada keluarga, teman, dan juga sanak saudara.
Sedangkan Bakda Kupatan dilakukan seminggu setelah lebaran.
Umumnya masyarakat muslim membuat kupat untuk dimakan bersama, atau diantar ke kerabat dekat dan juga orang yang lebih tua.
Tradisi kupatan ini diharapkan mampu menjadi sarana untuk saling memaafkan dan juga simbol dari bentuk kebersamaan.
Selain itu kupat juga mempunyai dua makna, yaitu ngaku lepat (mengakui kesalahan) dan laku papat (empat tindakan).
Empat tindakan ini merupakan Lebaran (selesai menjalankan ibadah puasa dan terbuka lebar pintu ampunan), Luberan (berbagi kepada semua orang dengan ikhlas).
Leburan (meleburnya dosa yang diperbuat dengan saling silaturahmi dan memafkan), Laburan (bentuk mensucikan hati dan diri).
Isian beras pada ketupat juga mempunyai makna yang digambarkan sebagai hawa nafsu yang dimiliki oleh setiap manusia.
Sedangkan daun janur singkatan dari jitining nur yang berarti hati nurani yang ada pada diri manusia.
Sehingga makna beras pada ketupat sebagai bentuk seseorang yang bisa mengendalikan hawa nafsunya dan mengikuti hati nuraninya. (Novita Ainiyyatuz Zakiyyah/fen)
Editor : Fendy Hermansyah