Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pekan Budaya Majapahit di Mojokerto, Gelar Wayang Milenial, Upaya Pelestarian Budaya Kekinian

Indah Oceananda • Selasa, 14 November 2023 | 13:30 WIB

SIMPAN PESAN: Pertunjukan Gelar Wayang Milenial yang dibawakan oleh dalang muda dalam acara Pekan Budaya Majapahit, Minggu (12/11).
SIMPAN PESAN: Pertunjukan Gelar Wayang Milenial yang dibawakan oleh dalang muda dalam acara Pekan Budaya Majapahit, Minggu (12/11).
GELAR Wayang Milenial menjadi salah satu penyemarak Pekan Budaya Majapahit 2023 sukses menyedot animo masyarakat Kota Mojokerto.

Kolaborasi wayang kulit dan wayang orang ini tak hanya dinikmati oleh orang tua, melainkan juga disaksikan oleh generasi muda.

Berlangsung di Lapangan Raden Wijaya, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Minggu (12/11) malam, event tersebut mengangkat kisah Wahyu Ponco Madureno atau Srikandi Ratu.

Uniknya, pagelaran wayang ini disampaikan dengan bahasa gaul dan kekinian oleh dua dalang muda. Yakni, Dalang Metal Tetuko Aji dan Dalang Ki Bagus Paramita.

Adapun, sebelum dimulai acara tersebut secara langsung dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mojokerto Amin Wachid secara simbolis.

Dia menyatakan, Gelar Wayang Milenial ini menjadi wujud uri-uri budaya warisan lokal kepada masyarakat umum.

’’Ini juga menjadi uri-uri budaya, yang perlu dilestarikan dan dikenal oleh masyarakat,’’ katanya.

BUDAYA LUHUR: Kepala Dikbud Kota Mojokerto Amin Wachid menyerahkan wayang gunungan ke Dalang Ki Bagus Paramita Adi Nugroho.
BUDAYA LUHUR: Kepala Dikbud Kota Mojokerto Amin Wachid menyerahkan wayang gunungan ke Dalang Ki Bagus Paramita Adi Nugroho.

Acara yang diinisiasi oleh Pemprov Jatim, DPRD Provinsi Jatim, Pemkot dan Pemkab Mojokerto ini, lanjut dia, sasarannya memang diperuntukkan bagi masyarakat. Baik muda maupun tua.

Sehingga, penyampaiannya bisa dipahami oleh semua kalangan. ’’Kita juga selipkan kosakata kekinian agar pesan cerita wayang ini bisa tersampaikan pada generasi muda juga,’’ tuturnya.

Amin menambahkan, diharapkan dari gelaran ini bisa menambah wawasan memberikan pemahaman karakter yang baik pada generasi muda.

Selain itu, rencananya event ini juga ditetapkan menjadi agenda tahunan.

’’Acara ini bakal menjadi agenda tahunan. Sehingga, harapannya ini bisa menjadi wujud pelestarian budaya oleh masyarakat,’’ pungkasnya.

Selain itu, event yang diselenggarakan hingga 16 November ini juga menyuguhkan ludruk semar mesem, tetrikal panji, seni ujung, wayang milenial, Bantengan Majapahit, wayang beber, wayang krucil, festival nasi bakar, dan kirab budaya. (oce/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#Majapahit #kota #Pekan #budaya #mojokerto