Oleh : Dike Setiawan*
HIDUPLAH seorang putri berparas cantik, kulit putih seperti bunga melati. Tubuh harum serai, rambut dikepang dua dihiasi jepit bunga peony merah, serta rambut yang indah karena hiasan jepit. Pemilik bibir merah nan indah. Ia merupakan keturunan bangsawan. Ayahnya bernama Hades Alexander, Raja Jayadrata di Yunani. Putri Lynn Alexandria Jharna sering disebut Putri Lynn oleh rakyat.
Putri Lynn dikenal berhati lembut serta baik hati dan suka menolong. Ibunya, Ratu Radha Priyanka dulunya merupakan seorang Putri dari Kerajaan Bugal India. Putri Lynn punya hobi berburu dan memanah rusa atau kelinci. Usianya baru dua puluh dua tahun saat berburu di hutan.
Suatu hari, Putri Lynn menunggangi kuda dengan begitu cepat. Ketika mendekati pintu kerajaan, semua prajurit langsung tunduk dan membukakan pintu. Ia meninggalkan wilayah kerajaan seorang diri. Sesampainya di tengah hutan, ia melihat ada persimpangan jalan yakni jika mengarah ke kanan mengarah ke muara, ke kiri mengarah ke goa yang rindang ditumbuhi oleh lumut dan pohon inai. Kemudian, sang putri akhirnya memilih jalan menuju mengarah ke goa untuk dijadikan tempat tinggalnya selama berburu.
Sampai di hutan, ia mengikat kuda di batang pohon. Selepas itu, ia masuk ke dalam goa dengan perasaan kagum, dinding goa yang menggambarkan kisah salah satu raja yang pernah menguasai daerah Jayadrata sebelum Raja Hades memimpin kerajaan. Setelah puas melihat dinding, mata Putri Lynn tak sengaja melihat ke satu sudut goa yang memiliki kursi dari batu, sederhana, sangat indah jika dipandang mata. Sejurus kemudian, ketika mata Putri Lynn sudah puas melihat setiap sudut goa, tiba-tiba ia merasa ngantuk.
Akhirnya ia tidur di tengah malam bulan purnama itu dijaga kuda kesayangannya dari luar, tiupan angin malam membuat suasana tenang, sejuk meskipun di dalam goa. Beberapa menit Putri Lynn tidur, tiba-tiba ia mendengar suara dari dalam perutnya yang menandakan bahwa ia lapar. Sontak, ia terbangun dari tidurnya dan langsung menunggangi Zera menuju ke dalam hutan.
Lalu Putri Lynn mengarahkan kudanya kembali ke persimpangan jalan yang telah ia lalui tadi tapi, Putri Lynn tak melihat ada pohon buah atau hewan disekitarnya kemudian, Putri Lynn terpaksa memanjat pohon ketika malam hari serta mengarahkan lampu minyak ke semak-semak yang berada di dekat muara.Terlihat seekor rusa sedang minum di muara, tanpa pikir panjang ia mengarahkan busur panah ke arah buruan. Setelah mendapatkan rusa, ia langsung kembali ke goa lalu, rusa dipanggang di bawah bara api.
Setelah makan malam ditemani oleh Zera, Putri Lynn hendak kembali tidur tapi belum sempat memejamkan mata, terdengar suara teriakan minta tolong berasal tak jauh dari goa. Putri Lynn langsung menunggangi Zera. Di muara sungai ada seorang pemuda yang tergeletak bersimbah darah dengan berpakaian kerajaan, membawa pedang. Ia tinggi dan gagah. Putri Lynn membawa pemuda itu ke goa.
Sesampainya di goa, ia membaringkan si Pemuda serta langsung memberikan obat-obatan herbal. Ia merawatnya dari pagi hingga malam hari. Ternyata pemuda itu terkena anak panah yang meleset. Hari demi hari keadaan pemuda itu perlahan membaik. Pada minggu ketiga, pemuda itu akhirnya siuman. Ia melihat Putri Lynn tertidur lelap saat malam bulan purnama.
Wajah ayu Putri disinari cahaya bulan yang menembus celah dinding goa. Ia menggambar bulu merak di tangan kiri gadis itu menggunakan daun inai yang tumbuh besar nan lebat. Saking besarnya, ranting menembus dan merambat di dinding goa. Selesai menggambar bulu merak, ia lalu pergi tidur.
***
Putri Lynn bangun lebih dulu, disusul si Pemuda itu, mereka saling bertatapan. Putri hendak berjalan keluar goa, tiba-tiba tangannya ditarik, ia melihat lukisan di telapak tangan si Pemuda. Siapa saja yang mempunyai lukisan bulu merak kecil adalah keturunan Kerajaan Abbellart. Ia melepaskan genggaman tangan itu.
“Sebaiknya kita mencari buah, aku akan mengambil panah dan pedang untuk berburu.”
Putri mengiyakan.
Sesampainya di hutan, Putri Lynn melihat apel di pohon merah merona, anggur dan rasberi, Putri Lynn naik ke atas dahan dan mengambil satu per satu buah apel dan anggur sedangkan si Pemuda itu memetik raspberry. Buah itu sebagian jatuh ke tanah, apel ditangkap si Pemuda untuk dimasukkan ke dalam kantong, mata Putri Lynn tak sengaja melihat ada ulat menggigit tangannya. Ia jatuh ke bawah. Pemuda itu langsung menangkap pinggang putri.
“Hati-hati, Putri.”
Putri Lynn langsung tersenyum dan bangkit.
Ia mengajak pemuda itu kembali ke goa. Keduanya berjalan berdampingan.
“Siapakah dirimu sebenarnya?”
“Namaku, Albert William Magnus. Aku sedang berburu di hutan tapi terkena anak panah.”
Sampai di depan goa, Putri Lynn langsung mencuci buah. Sedangkan Pangeran Albert menyiapkan api unggun. Tak berselang lama, Putri Lynn memberi buah kepada Pangeran Albert kemudian, ia berjalan sembari menata rambutnya dengan menghadap pohon inai. Tiba-tiba Putri Lynn terkejut ternyata di luar goa mereka disambut rombongan prajurit membawa bendera Kerajaan Abbellart. Salah satu dari mereka menghadang dengan tombak. Pangeran Albert kembali ke kerajaan begitu juga putri.
Setibanya di Kerajaan Jayadrata, ia langsung menemui ibunya.
’’Saat aku di hutan aku bertemu dengan seorang Pangeran dari Kerajaan Abbellart. Dadanya tertusuk anak panah, tubuhnya lemas.”
’’Kerajaan Abbellart musuh kita, Nak. Jangan pernah bertemu pemuda itu.”
Putri Lynn sontak menutup mulutnya dengan telapak tangan.
Mengetahui putri satu-satunya telah kembali, Raja Hades memintanya memakai gaun kerajaan yang berwarna biru dan berdandan cantik. Putri Lynn merasa jepit peony hilang dua, ia langsung mengganti jepit yang semula merah menjadi putih. Kemudian Putri mengepang rambutnya menjadi dua. Lalu, memasang jepit warna putih di sebelah kiri tiga dan sebelah kanan tiga. Putri memakai makeup sedikit agar terlihat cantik dan segar. Ia langsung menuju ruang pertemuan dengan menggunakan gaun kerajaan berwarna biru dan menemui ayahnya.
Seorang Pangeran dari Kerajaan Balderik datang hendak melamar. Putri sama sekali belum berpikir untuk menikah.
***
Tiga hari kemudian, Pangeran Albert datang ke acara pernikahan dengan wajah sedih. Jauh di lubuk hatinya, ia ingin melamarnya dua minggu setelah pertemuan pertama mereka. Menunggu kondisi tubuhnya membaik setelah dari hutan. Ia memandang gadis itu dari kejauhan. Pangeran berjalan mendekat ke arah penjaga, meminta izin untuk bicara berdua dengan Putri.
“Semoga pernikahan kamu bahagia untuk selamanya.Terima kasih banyak atas semuanya,” ujarnya pelan sembari menahan air mata.
”Tidak masalah,”jawab Putri Lynn.
”Sepertinya kehadiranku merusak suasana. Aku hanya ingin engkau tahu, kalau aku mencintaimu sedari kita ada di goa. Aku tahu jalan kita terhalang oleh dua kerajaan.”
Pangeran Albert berjalan menjauh.
"Apa yang barusan kau katakan, Pangeran Albert?” sahut Putri Lynn
Ia lalu menjulurkan jepit merah peony.
"Ini, milikmu Putri," tukasnya.
Pangeran Albert meninggalkan Kerajaan Jayadrata. Setelahnya mereka tidak pernah bertemu kembali.
*Siswa XI-8 SMAN 3 Kota Mojokerto, sangat senang menari dan menulis.Saat masih bersekolah di SMPN 8 Kota Mojokerto meraih Juara 1 menulis refleksi tingkat Nasional.
Editor : Fendy Hermansyah